[error in script]
Preview
Download (508kB) | Preview
Abstract
Kabupaten Pidie, pada tahun 2007 yang lalu dimekarkan menjadi Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya – dulunya lebih dikenal dengan sebutan Pedir. Semasa konflik, wilayah ini dikenal sebagai ‘daerah rawan’ oleh Pemerintah, karena merupakan basis pendukung pemberontakan DI/TII-nya (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) Daud Beureueh serta Hasan Tiro dengan GAM-nya (Gerakan Aceh Merdeka). Keduanya merupakan putra asli kelahiran Pidie. Selain semangat juang, banyak pula yang lupa bahwa sebenarnya masyarakat Pidie juga dikenal dengan warisan budaya turun-temurun yang sampai kini masih dianut kuat oleh masyarakatnya, yaitu semangat merantau.
| Item Type: | Book Section |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 305 Kelompok sosial > 305.8 Kelompok Etnik dab Bangsa (Pluraslisme/Ilmu Sosial) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | Saiful Akmal Saiful Akmal |
| Date Deposited: | 30 Apr 2020 23:01 |
| Last Modified: | 30 Apr 2020 23:01 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/11846 |
