Batas Aurat Wanita (Studi Perbandingan Pemikiran Buya Hamka dan Muhammad Syahrur)

Teuku Bordand Toniadi, 131209540 (2017) Batas Aurat Wanita (Studi Perbandingan Pemikiran Buya Hamka dan Muhammad Syahrur). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Aurat Wanita)
Teuku Bordand Toniadi.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (741kB) | Preview

Abstract

Islam telah memberi konsep tentang pakaian manusia melalui dua surat dalam Alquran yaitu surat al-Nῡr ayat 30 untuk laki-laki dan ayat 31 untuk perempuan dan surat Al-Aḥzᾱb ayat 59 memperjelas bentuk pakaian bagi perempuan muslimah. Kemudian diperjelas kembali dalam beberapa hadis Rasulullah SAW, yang kemudian dipahami dalil Alquran dan hadis oleh jumhur fuqaha, bahwasannya aurat perempuan ialah seluruh tubuh kecuali wajah dan ke dua telapak tangan saja yang boleh tampak. Melihat realitas saat ini banyak dari muslimah yang belum memahami apa maksud serta tujuan penggunaan pakaian sedemikian rupa. Sehingga mereka tidak mampu mengimbangi cara berpakaian yang benar dengan tumbuh kembangnya fashion muslimah. Hal ini penting yang mendorong penulis untuk membahas masalah dalam sebuah skripsi dengan judul batas aurat perempuan studi perbandingan pemikiran Hamka dan Muhammad Syahrur. Menurut penulis keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam memahami dalil serta memahami realitas kekinian. Hamka memahami dalil-dalil di atas tidak sebatas makna juga dengan pendekatan budaya dan psikologis, dan Syahrur memahami dalil-dalil di atas dengan pendekatan secara kebahasaan dan kaitannya dengan sejarah serta sosial masyarakat modern. Untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya penulis merumuskan dua rumusan masalah dalam skripsi ini. Yang pertama, bagaimana batas aurat perempuan menurut Hamka dan Syahrur dan yang ke dua, bagaimana pendekatan Hamka dan Syahrur dalam menafsirkan ayat-ayat tentang aurat perempuan. Dalam membahas masalah ini penulis menggunakan metode deskriptif dan metode komparatif. Selanjutnya setelah dilakukan kajian maka dapatlah kesimpulan bahwa Hamka dan Syahrur memahami surat al-Nῡr ayat 30-31 merupakan konsep pakaian menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan, sedangkan sural Al-Aḥzᾱb ayat 59 menurut Hamka adalah bentuk pakaian bagi perempuan, sedangkan menurut Syahrur Al-Aḥzᾱb ayat 59 bukanlah ayat hudud, akan tetapi hanya sebatas anjuran karena terkait sejarah turunnya ayat. Dengan begitu menurut Syahrul batas aurat yang wajib bagi perempuan di antara payudara dan kemaluan, sedangkan diluar tersebut merupakan perhiasan yang biasa tampak dari bagian tubuh manusia. Menurut Hamka aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan sebagaimana pendapat fuqaha, tentang bentuk pakaian. Dari kedua pendapat tersebut pendapat Hamka lebih relevan dan lebih diterima oleh masyarakat muslim. Saran penulis kepada pemerintah untuk mensosialisasikan penggunaan pakaian kepada masyarakat sebab tumbuh kembangnya pakaian ditengah-tengah masyarakat sebuah kekhawatiran bila mana masyarakat tidak mengerti bagaimana pakaian yang sesuai dengan syariat Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Prof. Dr. H. Iskandar Usman, MA 2.Mutiara Fahmi, Lc, MA
Uncontrolled Keywords: Wanita, Aurat, Hukum Islam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.9 Aspek Fiqih Lainnya > 2X4.95 Pakaian dan Perhiasan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Marlini Abdurrahman
Date Deposited: 29 Dec 2017 02:57
Last Modified: 29 Dec 2017 02:57
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/1761

Actions (login required)

View Item View Item