Pemisahan Langit dan Bumi Menurut Al-Qur'an Berdasarkan Penafsiran Surah Al-Anbiya' Ayat 30

Agus Rizal, 341103101 (2016) Pemisahan Langit dan Bumi Menurut Al-Qur'an Berdasarkan Penafsiran Surah Al-Anbiya' Ayat 30. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Menjelaskan pemisahan langit dan bumi menurut al-Quran penafsiran surah al-Anbiya` ayat 30)
Agus Rizal.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Umat Islam sangat dianjurkan supaya selalu memperhatikan kejadian alam semesta ini. Bagaimana proses terciptanya alam raya ini yaitu langit dan bumi. Muncul berbagai pendapat dan teori di kalangan mufassir dan ilmuwan. Para mufassir menjelaskan bahwa langit dan bumi dulu merupakan satu gumpalan yang berpadu kemudian Allah menurunkan hujan dari langit dan bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan sebagian yang lain mengatakan Allah mengangkat langit ke atas dan membiarkan bumi di bawah dengan memisahkan keduanya dengan udara. Kemudian peneliti juga mengumpulkan pendapat-pendapat ilmuwan terkait teori tercipta langit dan bumi. Beberapa teori yang mereka cetuskan sangat bertolak belakang dengan penjelasan al-Quran.Teori materialisme yang menyatakan alam semesta ini statis tiada permulaan dan terbentuk dengan sendirinya (alam semesta tetap) dan sebagian teori yang yang lain sesuai dengan penjelasan al-Quran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pemisahan langit dan bumi menurut al-Quran penafsiran surah al-Anbiya` ayat 30. Peneliti menggunakan metode analisis data Deskriptif Komparatif dengan mengutip pendapat mufassir dalam penyelesaian masalah ini. Al-Quran adalah Kitab paling tepat merujuk kepada ketepatan dan kebenaran dalam menjawab penemuan-penemuan dalam ilmu sains. Georges Lemaitre mengatakan bahwa jagat raya ternyata memiliki permulaan dan dipicu oleh ”sesuatu” yang menyebabkan jagat raya terus mengembang. Fakta ini terus mendapat dukungan setelah Edwin Hubble melakukan observasi bahwa bintang saling menjauh dan ruang terus mengembang.Teori ilmiah ilmiah ini dinamakan “Big Bang” teori ledakan besar ini menyebutkan bahwa jagat raya ini berasal dari satu materi atau singularity. Jagat raya yang terus mengembang dan mengembang diibaratkan seperti balon yang pada akhirnya akan meledak ketika masanya itulah yang dikatakan kiamat. Teori-teori ilmiah yang muncul yang tidak sejalan dengan al-Quran kebanyakan tidak lama bertahan, karena tidak sesuai dengan ilmu sains dan penemuan-penemuan masa kini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Samsul Bahri, S.Ag, M.Ag; NIP. 197005061996031003; 2. Suarni, MA; NIP. 197303232007012020
Uncontrolled Keywords: Pemisahan Langit, Bumi, Al-Qur'an, Surah Al-Anbiya'
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.6 Kandungan Al-Qur'an > 2X1.61 Cerita-cerita di dalam Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Users 171 not found.
Date Deposited: 03 Aug 2017 02:40
Last Modified: 03 Aug 2017 02:40
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/191

Actions (login required)

View Item View Item