Status Kepemilikan Ikan yang Ditangkap di Sekitar Tambak pada saat Bencana Banjir Laut (Studi Kasus Gampong Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang)

[error in script]

[thumbnail of Mengenai tentang Barang Temuan]
Preview
[error in script]
Download (804kB) | Preview

Abstract

Untuk memperoleh suatu benda agar dapat dimiliki secara utuhwajib mengikuti ketentuan Alquran dan Hadis serta aturan hukum yang berlaku dalam suatu negara. Namun dalam keadaan tertentu suatu barang dapat hilang dengan berbagai macam sebab, baik karena pencurian atau hilang disebabkan bencana alam. Petani tambakyang membudidayakan ikan di Desa Meurandeh sering kehilangan ikan pada saat terjadi banjir laut. Ikan tersebut keluar menuju sungai dan tambaktambak disampingnya,sehingga ditangkap oleh orang lain.Dalam beberapa kasus,para petani tambak mengklaim ikan yang didapat di seputaran tambak adalah miliknya, sehingga mereka menuntut untuk dikembalikan pada pemilik dasar. Berdasarkan latar belakang masalah dapat dirumuskan beberapa permasalahan. Pertama, pandangan petani tambak terhadapikanyanglepas saat banjir laut. Kedua,pandangan fikih mu’amalah terhadap statuskepemilikanikan saat terjadi bencana banjir laut. Untuk memperolehjawaban tersebut peneliti menggunakan tehnik field research(penelitian lapangan) sebagai data primer yaitu melakukan observasi danwawancara denganbeberapapetani tambak, dan tehniklibrary research (penelitian kepustakaan) sebagai data skunder. Kedua data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode istishlahiyah dan metode deskriptif analisis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dua kesimpulan,yaitu:pertama, sebagian para petani tambaktidak mengklaim ikan yang lepas saat banjir laut sebagai miliknya, sedangkan sebagian petani tambak lainnya mengklaim sebagai miliknya yang harus dikembalikan. danMereka menganggap ikan yang lepas tersebut sebagai benda yang hilang. akan tetapi sebagian lainnyamenganggap ikan yangsudahlepas ketikabanjir laut merupakan Musibah dari Allah.Kedua, ikan yang lepas kesungai atau area tambak ketika banjir lautdalam perspektif fikih mu’amalahdinyatakan sebagai benda hilang dengan jenisluqatah. Ikan yang lepas ketika banjir laut masih milik orang yang membudidayakannya. Siapapun yang menangkapnya tidak berhak untuk memilikinya secara hukum, dan wajib mengembalikannya seperti berlaku pada hukumluqatah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Jabbar Sabil, MA; 2. Mamfaluthy,S.Hi, M.H
Keywords (Kata Kunci): Status Kepemilikan Ikan pada saat Banjir Laut
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat
Depositing User: HAJATUN MUTI'AH ERLAN
Date Deposited: 29 Dec 2017 09:04
Last Modified: 29 Dec 2017 09:04
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/2051

Actions (login required)

View Item
View Item