[error in script]
Download (420kB)
Abstract
Meskipun Islam secara normatif mengajarkan harmoni dan kedamaian, namun dalam kenyataannya pemahaman keagamaan tidak selamanya identik dengan kebaikan. Selama ini muncul perbagai pemahaman keagamaan bercorak radikal yang hakikatnya justru merusak citra Islam. Kelanjutan dari itu, maka muncullah beberapa wacana pemahaman keislaman sebagai upaya mereduksi pemahaman Islam yang cenderung radikal. Artikel ini berpaya membahas tentang diradikalisasi pemahaman keagamaan di Indonesia yang ditawarkan dalam wacana Islam Moderat dan Islam Nusantara. Untuk mengelaborasi kedua wacana tersebut maka artikel ini melakukan kajian kepustakaan dengan metode analisis wacana. Dari kajian yang dilakukan disimpulkan bahwa, Islam Moderat pahami sebagai sebuah pemahaman keislaman yang pertengahan yang berada di antara dua kutub ekstrem; fundamentalisme dan liberalisme. Sementara Islam Nusantara adalah sebuah interpretasi pemahaman Islam berbasis kultur dan lokalitas Indonesia yang berkarakter toleran, santun, ramah dalam sebuah bingkai keberagaman. Kedua wacana ini secara teoritis cukup menjanjikan dalam upaya radikalisasi pemahaman keagamaan namun di tataran praksis tentunya kedua wacana ini tentunya akan sulit diterima di kalangan kelompok sosial keagamaan yang rentan radikal.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Aqidah |
| Depositing User: | Lukman Hakim |
| Date Deposited: | 20 Oct 2022 08:11 |
| Last Modified: | 20 Oct 2022 08:11 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/23735 |
