[error in script]
Download (8MB)
Abstract
Qiyas yang dikembangkan oleh ulama masa lalu bertumpu pada generalisasi ilat yang ditemukan pada asal yang disbeutkan langsung oleh nas, namun demikian hal ini akan menjadi sangat sukar ditemukan kesatuan ilat pada kasus yang tidak sejenis dengan asal, sehingga itu menjadikan stagnasi metode itu. Oleh karena itu, perlu ditemukan sebuah metode yang akan mengisi kekosongan itu. Penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat yang rasional, kritis, reflektif, dan argumentatif. Jadi objek material penelitian ini adalah epistemologi qiyas kedua tokoh tersebut. Adapun analisis terhadap pemikiran kedua tokoh dilakukan secara komparatif berdasarkan sumber primer kitab al-Risalah, al-Umm karangan Imam al-Syāfi‘ī dan kitab al-Mustaṣfā, Syifā’ al-Ghalīl, Asās al-Qiyās, Maqāṣid al-syarī‘ah al-islamiyah. Adapun data sekunder mencakup buku-buku pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konsep Imam al-Ghazālī menyatakan bahwa qiyas merupakan penetapan hukum secara tawqīfī sama dengan penetapan nas, beliau menyatakan bahwa ilat yang ada adalah sebagai muẓhīr, sehingga tidak menimbulkan pengetahuan baru, beliau menggunakan pendekatan metaempiris, karena qiyas menerapkan hukum kasus dengan perluasan dari makna yang dikandung oleh lafaz itu (dilālah siyāqiyyah).
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.02 Usul Fiqh 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.04 Ijma' dan Qiyas |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S3 Fiqih Modern |
| Depositing User: | Fadli Fadli |
| Date Deposited: | 02 Jan 2023 03:17 |
| Last Modified: | 02 Jan 2023 03:17 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/25007 |
