Konsep Dua Banding Satu dalam Pembagian Harta Warisan (Studi Perbandingan Jumhur Ulama dan Muhammad Syahrur)

Rana Annisa Zahara, 131310148 (2017) Konsep Dua Banding Satu dalam Pembagian Harta Warisan (Studi Perbandingan Jumhur Ulama dan Muhammad Syahrur). Skripsi thesis, UIN Ar-RAniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Harta Warisan)
SKRIPSI RANA ANNISA ZAHARA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
From B dan From D.pdf

Download (502kB) | Preview

Abstract

Islam telah memberi konsep tentang kewarisan melalui surat An-Nisa ayat 11 untuk memperjelas berapa bagian masing-masing ahli waris. Kemudian diperjelas kembali dalam beberapa hadis Rasulullah SAW, yang kemudian dipahami dalil Al-qur’an dan hadis oleh jumhur Ulama. hal ini penting yang mendorong penulis untuk membahas masalah dalam sebuah skripsi dengan judul konsep dua banding satu dalam pembagian harta warisan studi perbandingan Jumhur Ulama dan Muhammad Syahrur. Menurut penulis keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam memahami dalil-dalil di atas, Jumhur Ulama memahami dalil-dalil di atas dengan metode pendekatan bayani, sedangkan Muhammad Syahrur memahaminya dengan teori Hudud. Dalam perspektif keadilan, pembagian kewarisan dalam Islam (2:1 antara laki-laki dengan perempuan) sudah adil, karena sesuai dengan bagian yang proposional antara hak dan kewajiban antara keduanya. Konsep keadilan tersebut dapat dikaitkan dengan ketentuan tentang hak dan kewajiban suami istri dalam hukum perkawinan dan kewajiban seorang anak laki-laki dalam pengurusan dan pemeliharaan orangtuanya setelah berumah tangga.penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research) dan bersifat deskriptif-analitik-komparatif, yaitu data-data yang ada disusun, digambarkan dan dijelaskan secara rinci lalu dianalisis, kemudian dibandingkan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sirkuler, yaitu. Pendekatan penelitian yang menempatkan pendapat berbeda dalam mazhab secara saling melengkapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa, apabila jumlah perempuan lebih banyak dua kali lipat jumlah laki-laki maka bagiannya sama. Syahrur menerapkan teori hudud yang terdapat pada ayat-ayat kewarisan yaitu liz-zakari mislu hazz al-unsayaini, laki-laki dua kali lipat dari yang di terima perempuan. Sementara Jumhur Ulama berpendapat seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan yaitu 2:1. Karena Allah telah menciptakan dua jenis manusia yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Khairuddin, M.Ag 2. Gamal Ahkyar, Lc, M.Sh
Uncontrolled Keywords: Pembagian Warisan, Dua Banding Satu, Jumhur Ulama dan Muhammad Syahrur.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.4 Hukum Waris (Faraid) dan Wasiat > 2X4.43 Pembagian Harta Warisan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Perbandingan Mazhab
Depositing User: rana annisa zahara
Date Deposited: 26 Apr 2018 08:35
Last Modified: 26 Apr 2018 08:35
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3502

Actions (login required)

View Item View Item