Penentuan Kadar Mut’ah Pasca Perceraian (Studi Putusan Di Mahkamah Rendah Syariah Kuala Langat)

[error in script]

[thumbnail of Penentuan Kadar Mut’ah Pasca Perceraian (Studi Putusan Di Mahkamah Rendah Syariah Kuala Langat)] [error in script]
Download (3MB)

Abstract

Di dalam Al-Quran, hadits, pendapat ulama dan perundangan mut’ah, diatur secara umum. Diantara kasus yang terjadi di Mahkamah Rendah Syariah Selangor yaitu Rosnani Binti Abdul Rani & Mohamood Bin Che Mat, yaitu hakim memberikan hak mut’ah kepada istri, walaupun suaminya telah memberi keterangan di mahkamah bahwa istrinya telah berlaku nusyuz dalam perkawinan. Terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini, pertama Apa saja yang dipertimbangkan Mahmakamh Rendah Syariah Kuala Langat dalam menentukan kadar mut’ah bagi istri yang dicerai? Bagaimana Hakim mempertimbangkan dalil suami mengatakan istrinya nusyuz? Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif yaitu terdiri daripada mengkaji studi dokumen teori hukum, asas-asas hukum seperti peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan serta menggunakan metode pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, putusan hakim dalam menetapkan kadar mut’ah dengan melihat kepada kemaslahatan suami apakah ia mampu ataupun tidak. Kedua, dalam memvonis istri yang nusyuz, hakim melihat kembali pada akibat perceraian yang berlaku apakah perceraian itu disebabkan nusyuz ataupun perceraian secara baik. Dan ketiga, putusan yang buat oleh hakim dalam perkara ini sejalan dengan hukum Islam.

Item Type: Thesis (Other)
Keywords (Kata Kunci): Penentuan Kadar Mut’ah, Putusan Hakim
Subjects: 200 Religion (Agama)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Siti Nur Ridzwana Binti Ahmad Ridzuan
Date Deposited: 06 Jun 2024 03:07
Last Modified: 06 Jun 2024 03:07
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/37102

Actions (login required)

View Item
View Item