Bentuk Penyajian dan Makna Simbol Tari Saman Gayo Lues di Sanggar Seni Seulaweuet

Habibi Muttaqin, 511102472 (2016) Bentuk Penyajian dan Makna Simbol Tari Saman Gayo Lues di Sanggar Seni Seulaweuet. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Adad Istiadat)
Habibi Muttaqin.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul Bentuk Penyajian dan Makna Simbol Tari Sama Gayo Lues di Sanggar Seni Seulaweuet. Tari Saman merupakan tari tradisional masyarakat Gayo atau suku Gayo yang mendiami Kabupaten Gayo Lues. Sejarah mengenai tokoh yang pertama kali menciptakan tarian saman ini belum diungkapkan secara jelas dan belum ada buku-buku sejarah yang menjelaskan kapan muncul dan siapa pembawa tari Saman ini. Berdasarkan dari penuturan berbagai kalangan masyarakat Gayo Lues, asal kata saman berasal dari salah seorang ulama Tareqat Sammaniyah yang mengembangkan ajaran agama Islam di Kabupaten Gayo Lues. Pada waktu itu Syeikh Saman melihat suatu kesenian tradisi masyarakat Gayo yang disebut Pok-Pok Ane. Pok-pok Ane ini adalah suatu kesenian tradisi masyarakat Gayo Lues dengan menepukkan tangan dan dada sambil bernyanyi riang serta melantunkan sya’ir ataupun kata-kata seperti pantun. Ketika melihat kesenian ini, syeikh Saman tertarik dan memberikan nama kesenian ini tari Saman. Yang menjadi rumusan permasalahan dalam penulisan ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Saman Gayo Lues di Sanggar Seni seulaweuet, dan bagaimana makna simbol yang terkandung dalam tari saman Gayo Lues di Sanggar Seni Seulaweuet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi berdasarkan gambaran yang dilihat dan didengar serta hasil penelitian baik lapangan ataupun teori berupa data dan buku-buku yang berkaitan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa bentuk penyajian tari saman Gayo Lues di Sanggar Seni Seulaweuet terdiri dari bentuk gerakan, sya’ir, pola lantai, kostum dan properti. Sedangkan makna simbol yang terkandung di dalam unsur-unsur tari saman bila dilihat dari gerakan, sya’ir, pola lantai, kostum dan properti adalah saling terkait dengan makna kehidupan sosial masyarakat Gayo yang sangat kental akan budaya dan adat istiadatnya, serta tari saman juga dijadikan sebagai metode dakwah Islam pada masyarakat Gayo Lues terutama pada masa penyebaran Islam berlangsung di Kabupaten Gayo Lues.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tari Saman, Adad Istiadat, Gayo Lues
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.9 Adat Istiadat
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Marlini Abdurrahman
Date Deposited: 26 Jun 2018 08:23
Last Modified: 26 Jun 2018 08:23
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/4076

Actions (login required)

View Item View Item