Eksistensi Perusahaan Ritel Indomaret di Banda Aceh (Kajian Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Prinsip al-Munafasah at-Tijariyyah)

[error in script]

[thumbnail of Eksistensi Perusahaan Ritel Indomaret di Banda Aceh (Kajian Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Prinsip al-Munafasah at-Tijariyyah)] [error in script]
Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of Eksistensi Perusahaan Ritel Indomaret di Banda Aceh (Kajian Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Prinsip al-Munafasah at-Tijariyyah)] [error in script]
Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi perusahaan ritel Indomaret di Banda Aceh berdasarkan perspektif UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat serta prinsip al-Munafasah at-Tijariyyah dalam Islam. Fokus penelitian ini mencakup sistem operasional Indomaret sebagai bisnis waralaba, dampak kehadiran gerai ritel modern terhadap pedagang tradisional, serta evaluasi terhadap potensi praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris, dengan pendekatan kualitatif- deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, analisis dokumen, dan wawancara dengan karyawan Indomaret, pedagang tradisional, dan konsumen di Banda Aceh. Penelitian ini menganalisis keabsahan sistem kerja Indomaret dari perspektif hukum positif dan etika bisnis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem profit sharing dalam kerja sama franchise Indomaret, yaitu 60%-70% untuk mitra dan 30%-40% untuk perusahaan, secara umum memenuhi prinsip keadilan dan tidak melanggar hukum. Namun, kehadiran Indomaret yang masif dan dekat dengan toko tradisional menciptakan persaingan yang berat bagi pedagang kecil. Dalam konteks UU No. 5 Tahun 1999, Indomaret tidak terbukti melakukan praktik monopoli atau pelanggaran signifikan terkait persaingan usaha, tetapi pembukaan gerai secara masif memiliki potensi untuk menekan persaingan sehat di level lokal. Dari sudut pandang Islam, praktik operasional Indomaret yang mendukung kolaborasi dengan usaha lokal, seperti penjualan produk daerah, mencerminkan nilai inklusivitas. Namun, tekanan terhadap pedagang kecil bertentangan dengan prinsip al-Munafasah at-Tijariyyah, yang mengutamakan persaingan sehat tanpa merugikan pihak yang lebih lemah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Khairunnisak Arif Nisak
Date Deposited: 17 Jan 2025 07:32
Last Modified: 17 Jan 2025 07:32
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/41878

Actions (login required)

View Item
View Item