Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meminimalisir Bullying di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh

Aprizal Rachmad, 271223029 (2017) Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meminimalisir Bullying di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Peran Guru)
Aprizal Rachmad.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
From B dan From D.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Budaya bullying (kekerasan) atas nama senioritas masih terus terjadi di kalangan peserta didik. Bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat, baik anak-anak yang di-bully, anak-anak yang mem-bully, anak-anak yang menyaksikan bullying, bahkan sekolah dengan isu bullying secara keseluruhan. Bullying juga berpengaruh terhadap mental anak seperti depresi, kecemasan yang berlebihan, dan ketakutan. Akan tetapi yang terjadi di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Bullying sudah dianggap hal yang biasa, siswa yang melakukan tidak pernah merasa menyesal dengan perilakunya. Tujuan penelitian dalam skripsi ini untuk mengetahui peran guru Bimbingan Konseling dalam meminimalisir perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, untuk mengetahui langkah yang digunakan guru Bimbingan Konseling dalam meminimalisir bullying di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi guru Bimbingan Konseling dalam meminimalisir bullying di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan menyatakan bahwa: pertama, Peran guru bimbingan dan konseling meminimalisir bullying: (1) Mengumpulkan data masalah siswa; (2) Menganalisis; (3) memberi pemahaman, serta menjelaskan tentang bullying. Kedua, langkah yang dilaksanakan guru bimbingan dan konseling dalam meminimalisir bullying diantaranya: (1)Memanggil siswa ataupun menerima siswa di ruang BK; (2) Menggali perasaan siswa untuk diberikan layanan bimbingan dan konseling; (3) Mengarahkan dan memotivasi siswa agar siswa tersebut mendapatkan solusi bagi masalah. Ketiga hambatan yang dialami guru Bimbingan dan Konseling yaitu: (1) kurangnya sarana dan prasarana di dalam ruang BK; (2) Minimnya pemahaman siswa tentang bullying; (3) Sulitnya informasi yang dapat di peroleh guru Bimbingan dan Konseling dalam perilaku bullying di sekolah tersebut. Guru Bimbingan dan Konseling juga memberi solusi dalam hambatan yang dialaminya, seperti: (1) Menggunakan waktu luang; (2) Memberi informasi, pemahaman dan pelayanan yang lebih tepat; (3) Bekerjasama dengan siswa, guru mata pelajaran, wali kelas dan stakeholder lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Fatimah Ibda, M. Si; 2. Mumtazul Fikri, MA
Uncontrolled Keywords: Peran Guru Bimbingan dan Konseling, Meminimalisir
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 370 Education (Pendidikan) > 371 Sekolah dan Aktivitasnya: Pendidikan luar biasa > 371.1 Guru dan Pengajaran
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Aprizal Rachmad
Date Deposited: 26 Jul 2018 07:56
Last Modified: 26 Jul 2018 07:56
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/4292

Actions (login required)

View Item View Item