Interaksi Hukum Adat dan Hukum Islam di Indonesia (Suatu Kajian terhadap Sistem Walimah Adat Nangkih Sempelie dan Turun Sempelie di Lingkungan Etnik Kecamatan Kluet Timur Provinsi Aceh)

Desi Wayuni, 111309795 (2017) Interaksi Hukum Adat dan Hukum Islam di Indonesia (Suatu Kajian terhadap Sistem Walimah Adat Nangkih Sempelie dan Turun Sempelie di Lingkungan Etnik Kecamatan Kluet Timur Provinsi Aceh). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Adat Walimah)
Desi Wahyuni.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (499kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Resepsi pernikahan atau walimah merupakan tradisi yang telah diajarkan Rasulullah kepada umatnya. Dalam Al-qur’an dinyatakan bahwa berkeluarga termasuk sunnah rasul sejak dahulu sampai Rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Islam mengajarkan kepada orang yang melaksanakan pernikahan untuk mengadakan walimah, karena perkawinan merupakan peristiwa yang patut disambut dengan rasa syukur dan gembira. Tujuan walimah secara umum untuk memperkenalkan bahwa kedua mempelai sudah menikah dan masyarakat mengetahui dan mengerti bahwa kedua mempelai sudah sah menjadi suami istri. Skripsi ini memfokuskan permasalahan Interaksi Hukum Adat dan Hukum Islam di Indonesia suatu Kajian Terhadap Sistem Walimah Adat Nangkih Sempelie dan Turun Sempelie di Lingkungan Etnik Masyarakat Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan, penelitian ini bersifat Deskriptif Analisis yaitu adanya jalan mendeskripsikan sejumlah data dengan masalah yang diteliti dengan menggunakan pendekatan Sosio Antropologi yaitu pendekatan terhadap suatu masalah dengan melihat kenyataan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah wawancara, dokumentasi dan pengamatan, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pelaksanaan Walimah yang ada di kecamatan Kluet Timur adanya sedikit kesenjangan dan ketidaksesuaian yaitu pelaksanaan walimah yang terjadi di Kecamatan Kluet Timur dilakukan berhari-hari dan sesama masyarakat saling berlomba-lomba untuk pesta yang paling meriah. Sesungguhnya Islam melarang segala hal yang ber unsur pemborosan dan hadits pun sudah menjelaskan hukum tentang makanan walimah yang hari kedua adalah hukumnya makruh. Masyarakat Kluet juga memiliki adat tentang perkawinan yaitu Nangkih Sempelie dan Turun Sempelie dimana dua bersaudara tidak boleh mesanding/bersanding dan mebobo/antar linto. Masyarakat Kecamatan Kluet Timur sangat mengharuskan pelaksanaan Walimah meskipun hanya dengan mengundang seorang tengku saja untuk mendo’akan pengantin, akan tetapi apabila walimah tidak dilaksanakan maka tidak ada sanksi khusus yang mengaturnya. Ini suatu hal yang patut dikaji secara mendalam dengan demikian kesenjangan yang terjadi dikalangan masyarakat dapat diperkecil yang akhirnya terbentuklah masyarakat yang damai dan penuh persaudaraan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Abdul Jalil Salam, S.Ag M.Ag; 2. Bustamam Usman, S.H.I MA
Uncontrolled Keywords: Walimah, Hukum Adat, Nangkih Sempelie dan Turun Sempelie
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.317 Walimah Nikah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Desi Wahyuni
Date Deposited: 02 Sep 2018 07:27
Last Modified: 02 Sep 2018 07:27
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/4375

Actions (login required)

View Item View Item