Sanksi Pidana terhadap Penadah Berdasarkan Pasal 480 KUHP dalam Perspektif Fikih Jinayah (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh No.149/Pid.B/2017/PN.Bna, dan No. 135/Pid.B/2015/PN.Bna)

Harisoeddin, 140104028 (2018) Sanksi Pidana terhadap Penadah Berdasarkan Pasal 480 KUHP dalam Perspektif Fikih Jinayah (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh No.149/Pid.B/2017/PN.Bna, dan No. 135/Pid.B/2015/PN.Bna). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Sanksi Pidana)
Harisoeddin.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (313kB) | Preview

Abstract

Dalam KUHP (Kitab Undang—undang Hukum Pidana) mengatur beberapa bab diantaranya bab I tentang aturan umum, bab II tentang kejahatan, dan bab III tentang pelanggaran. Adapun penadahan itu sendiri masuk kepada kategori kejahatan yaitu terdapat dalam Pasal 480-482 KUHP. Banyak sekali masyarakat pada umumnya terjerat pasal penadahan, dikarenakan masyarakat sangat terpengaruh dengan barang yang diperjualbelikan oleh si penadah dengan harga yang murah sehingga memacu seseorang untuk membeli barang tersebut, dan ikut membantu melakukan pertolongan jahat. Takzir adalah suatu hukuman yang belum diatur di dalam nash maupun sunnah terkait dengan jenis perbuatan pidana salah satunya penadahan maupun sanksi hukumannya. Sedangkan Fikih Jinayah adalah aturan hukum Islam terkait dengan perbuatan pidana yang diancam dengan hukuman yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci. Tujuan penelitian dalam skripsi ini untuk mengetahui pengaturan tindak pidana penadahan menurut hukum positif dan Fikih Jinayah serta untuk mengetahui perspektif hukum Islam terhadap Putusan PN Banda Aceh No. 149/Pid.B/2017/PN.Bna dan No. 135/Pid.B/2015/PN.Bna. Untuk memperoleh jawaban dalam permasalahan penadahan, maka digunakanlah metode deskriptif-analisis, yakni dengan memaparkan data yang ada, menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat. Sedangkan analisis adalah sebagai kemampuan dalam memecahkan suatu informasi atau materi sehingga lebih mudah dimengerti dan mudah dijelaskan. Berdasarkan metode pengumpulan data, maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian library research (kajian kepustakaan) dan Field research (kajian lapangan). Hasil penelitian menemukan bahwa dalam Putusan No. 149/Pid.B/2017/PN.Bna hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama satu tahun penjara. Sedangkan dalam Putusan No. 135/Pid.B/2015/PN.Bna hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama tiga bulan penjara. Namun dalam perspektif fikih jinayah Putusan No. 149/Pid.B/2017/PN.Bna merupakan hukuman takzir. Sedangkan Putusan No. 135/Pid.B/2015/PN.Bna menurut perspektif fikih jinayah tidak dapat dihukum, karena terdakwa tidak mengetahui perbuatannya itu merupakan kejahatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. EMK. Alidar, M.Hum 2.Faisal Fauzan, SE., M.Si
Uncontrolled Keywords: Penadah, Takzir, Pasal 480 KUHP dan Fikih Jinayah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Pidana Islam
Depositing User: Harisoeddin
Date Deposited: 16 Aug 2018 03:29
Last Modified: 16 Aug 2018 03:29
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/4647

Actions (login required)

View Item View Item