[error in script]
Download (2MB) | Request a copy
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai penyebab perceraian di Mahkamah Syar’iyah Balangkejeren, serta bagaimana media sosial digunakan sebagai alat bukti dalam perkara perceraian dari perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim, pihak berperkara, dan telaah dokumen putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram sering menjadi pemicu konflik rumah tangga yang berujung pada perceraian, seperti karena perselingkuhan digital, kecemburuan, dan hilangnya komunikasi. Media sosial juga mulai digunakan sebagai alat bukti, meskipun kekuatan hukumnya masih bersifat pendukung. Dalam hukum Islam, perceraian karena keretakan yang terus-menerus akibat media sosial dapat dibenarkan jika telah menimbulkan mafsadat yang besar dalam rumah tangga. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi yang jelas tentang validitas bukti digital dan edukasi kepada masyarakat tentang etika digital dalam rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.33 Perceraian |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Taufik Hidayat Hutabarat |
| Date Deposited: | 08 Aug 2025 04:27 |
| Last Modified: | 08 Aug 2025 04:27 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/47164 |
