Kewenangan Dewan Pengawas KPK dalam Meningkatkan Peran Komisi Pemberantasan Korupsi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019

Muhammad Fiqram, 190106005 (2025) Kewenangan Dewan Pengawas KPK dalam Meningkatkan Peran Komisi Pemberantasan Korupsi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas terkait pentingnya Dewan Pengawas bagi lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi] Text (Membahas terkait pentingnya Dewan Pengawas bagi lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi)
Skripsi Muhammad Fiqram_190106005_Full.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan permasalahan serius yang berdampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak tatanan sosial dan menghambat pembangunan nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya pemberantasan melalui lembaga yang independen dan profesional, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga ini dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 dan mengalami perubahan melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Salah satu perubahan penting dari revisi undang-undang tersebut adalah pembentukan Dewan Pengawas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia serta menganalisis peningkatan peran KPK setelah dibentuknya Dewan Pengawas berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPK merupakan lembaga yang sangat penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia karena berperan sebagai garda terdepan dalam menangani kejahatan luar biasa ini secara independen. Keberadaan Dewan Pengawas KPK yang sempat menjadi polemik pada awalnya, justru kini terbukti memberikan kontribusi positif dalam memperkuat sistem pengawasan internal dan meningkatkan akuntabilitas KPK. Dengan demikian, Dewan Pengawas bukan merupakan alat pelemahan lembaga, tetapi justru bagian dari mekanisme check and balances dalam sistem hukum dan pemerintahan di Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 350 Public Administration and Military Science (Administrasi Negara dan Ilmu Kemiliteran) > 353.4 Administrasi Pengadilan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Muhammad Fiqram
Date Deposited: 13 Aug 2026 03:47
Last Modified: 13 Aug 2026 03:47
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/49051

Actions (login required)

View Item
View Item