Implementasi Masjid Ramah Anak Sebagai Upaya Ketertarikan Anak Padamasjid Di Masjid Oman Al-Makmur Kota Banda Aceh

[error in script]

[thumbnail of Implementasi Masjid Ramah Anak Sebagai Upaya Ketertarikan Anak Padamasjid] [error in script]
Download (4MB)
[thumbnail of Implementasi Masjid Ramah Anak Sebagai Upaya Ketertarikan Anak Padamasjid] [error in script]
Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi. Namun, masih banyak masjid yang belum ramah terhadap anak sehingga keberadaan mereka sering dianggap mengganggu. Kondisi ini berpotensi menjauhkan anak dari masjid, padahal masa kanak-kanak merupakan fase penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap masjid. Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh telah lama menyelenggarakan berbagai kegiatan pembinaan anak, dan pada tahun 2021 dinobatkan oleh DP3A sebagai inisiator Masjid Ramah Anak di Kota Banda Aceh, meskipun penerapannya tidak secara formal mengacu pada pedoman MRA. Penelitian ini berjudul “Implementasi Masjid Ramah Anak sebagai Upaya Ketertarikan Anak pada Masjid di Masjid Oman Al-Makmur Kota Banda Aceh” dengan fokus kajian pada implementasi konsep MRA serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, sementara data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari pengurus masjid, guru TPA, anak-anak, orang tua. Secara teoritis, penelitian ini merujuk pada pedoman MRA (DMI, Kemenag, dan KemenPPPA) serta teori ketertarikan anak dari John Dewey. Hasil temuan utama penelitian menunjukkan bahwa Masjid Oman Al-Makmur telah berhasil mengimplementasikan prinsip-prinsip MRA secara efektif meskipun tanpa program formal. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen dan inisiatif kuat dari pengurus dan remaja masjid, fasilitas fisik yang memadai, kualitas program dan pelayanan yang baik, serta dukungan aktif orang tua dan guuru. Praktik ini secara organik menumbuhkan ketertarikan anak karena sejalan dengan teori John Dewey yang menekankan pentingnya pengalaman positif, lingkungan yang aman, dan aktivitas yang relevan. Meskipun demikian, implementasi ini menghadapi beberapa hambatan, seperti ketiadaan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, keterbatasan fasilitas khusus anak, tantangan konsistensi dalam pelaksanaan program, perbedaan pandangan di kalangan sebagian kecil jamaah, dan keterbatasan dukungan finansial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa komitmen internal dan pemahaman intuitif terhadap kebutuhan anak merupakan fondasi yang lebih efektif dalam menciptakan masjid yang ramah anak dibandingkan sekadar formalitas program.Meskipun demikian, penerapan MRA di Masjid Oman Al-Makmur terbukti meningkatkan minat anak untuk hadir di masjid, menumbuhkan motivasi religius sejak dini, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah > 2X4.12 Shalat > 2X4.125 Masjid
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Manajemen Dakwah
Depositing User: Siti Ajarul Aswath
Date Deposited: 25 Sep 2025 04:40
Last Modified: 25 Sep 2025 04:40
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/49866

Actions (login required)

View Item
View Item