[error in script]
Download (6MB)
Download (6MB) | Request a copy
Abstract
Masyarakat Indonesia umumnya memiliki aturan tersendiri yang dipengaruhi oleh adat mengenai wanita yang dilarang untuk dinikahi, termasuk di desa Sembilan. Penelitian ini membandingkan larangan pernikahan yang diatur dalam agama Islam kandungan Surah Al-Nisa ayat 23 dengan hukum adat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami persepsi masyarakat terkait larangan tersebut dan mengidentifikasi siapa saja wanita yang tidak boleh dinikahi menurut kedua aturan, mengingat adat kebiasaan di Indonesia seringkali menetapkan larangan tambahan di luar ketentuan syariat. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif menemukan bahwa selain larangan pernikahan dalam syariat Islam, masyarakat Desa Sembilan juga memiliki larangan adat. Larangan adat tersebut mencakup pernikahan antara sepupu dari pihak ayah dan mantan istri anak angkat atau anak perwalian (Nono Sabuik). Meskipun secara syariat pernikahan ini dianggap boleh (mubah), masyarakat tetap menghindarinya untuk menjaga nilai-nilai adat, moral, keharmonisan keluarga, dan menghindari kerumitan panggilan kekerabatan (Andewan).
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.6 Kandungan Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Windi Warisman |
| Date Deposited: | 23 Sep 2025 08:00 |
| Last Modified: | 23 Sep 2025 08:00 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/50697 |
