[error in script]
Download (4MB) | Request a copy
Download (3MB)
Abstract
Dari observasi awal yang peneliti lakukan terjadi beberapa sengketa antar warga di gampong lamglumpang, namun pada penelitian ini peneliti menfokuskan pada 3 konflik atau sengketa yang diselesaikan oleh Tuha Peut di Gampong Lamglumpang yaitu: Sengketa tapal batas tanah, Cekcok antar warga dan Kekerasaan Dalam Rumah Tangga KDRT. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui peran Tuha Peut dalam penyelesaian sengketa di gampong lamglumpang, kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh dan untuk Mengetahui tantangan dan hambatan yang di hadapi oleh Tuha Peut pada penyelesaian sengketa warga di gampong Lamglumpang, kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dalam proses penyelesaian konflik di kalangan masyarakat Tuha Peut Gampong belum berperan dengan baik dalam menjalankan tugasnya, terutama pada pemberian pertimbangan dan pendapat dalam pengambilan putusan, padahal lembaga ini memiliki pengaruh yang besar bagi kemaslahatan masyarakat. Namun beberapa kasus tetap dapat diselesaikan oleh pihak Tuha Peut. Hambatan atau kendala belum mampunya Tuha Peut Gampong berperan dengan baik dalam penyelesaian konflik masyarakat adalah kurangnya sosialisasi pemerintah daerah terhadap tugas dan fungsi Tuha Peut Gampong dalam penyelesaian konflik masyarakat. Tuha Peut Gampong dengan Keuchik tidak sama pemahaman dalam penyelesaian konflik di kalangan masyarakat, sesama anggota Tuha Peut Gampong tidak adanya komunikasi dan koordinasi yang baik.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 307 Komunitas > 307.72 Komunitas Pedesaan |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Politik |
| Depositing User: | M. Hafdhan Yasir |
| Date Deposited: | 24 Oct 2025 02:45 |
| Last Modified: | 24 Oct 2025 02:45 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/52277 |
