[error in script]
Download (2MB)
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Era digital radio sudah tidak lagi menjadi hal favorit masyarakat dalam satu dekade terakhir. Meski konten radio mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, namun tetap belum bisa mengembalikan pamor dan “kejayaan” radio seperti dulu. Hal ini disebabkan oleh munculnya beragam media baru seperti tiktok, facebook, youtube, twitter, instagram, atau yang biasa disebut media sosial, sehingga membuat fokus masyarakat beralih memilih media baru untuk memenuhi kebutuhan informasi atau hiburan lainnya. Oleh karena itu media elektronik seperti radio tidak lagi mendapatkan perhatian penuh dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja strategi manajemen yang dilakukan Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh dalam menarik minat pendengar di era digital, dan bagaimana minat masyarakat mendengar Radio Republik Indonesia (RRI) di Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala RRI Banda Aceh, Kepala Bidang Program Siaran, Kepala Bidang Pemberitaan, Kepala Bidang Teknologi dan Media Baru Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, serta lima orang masyarakat Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ini yaitu, terdapat beberapa strategi yang digunakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) dalam menarik minat masyarakat antara lain penggunaan aplikasi RRI digital, konvergensi media, pengembangan SDM, interaksi dengan pendengar melalui media sosial, membentuk forum pemerhati RRI, evaluasi strategi secara berkala, kolaborasi dengan pihak eksternal, dan pengembangan konten yang relevan, namun dari berbagai strategi yang diterapkan oleh RRI Banda Aceh, mayoritas Informan masih kurang tertarik mendengar RRI Banda Aceh, yang dipengaruhi oleh faktor media sosial (medsos) mendominasi preferensi pendengar, keterbatasan format audio, terjadinya kesibukan pendengar dan waktu yang terbatas dalam mendengarkan siaran radio, dan dominasi musik dari pada informasi. Namun sebagian informan juga masih mendengarkan RRI Banda Aceh karena keunggulan radio dalam akses biaya, aplikasi RRI digital, dan konsistensi berita lintas 17 di sore hari.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Strategi Manajemen, RRI, Minat, Era Digital |
| Subjects: | 600 Technology (Applied Sciences) > 650 Management & Public Relations (Manajemen dan Humas) |
| Depositing User: | Cut Wulandari Sukma |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 04:18 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 08:21 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/52678 |
