[error in script]
Download (1MB)
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Konsep nasakh dalam kajian Ilmu al-Quran telah menjadi topik yang kontroversial di kalangan ulama. Dalam perspektif Muhammad Abduh, seorang mufasir kontemporer yang reformis, pandangannya terhadap nasakh menawarkan pendekatan yang berbeda dengan mayoritas ulama. Kajian ini, kami akan mengeksplorasi nasakh dalam perspektif Abduh dan implikasinya terhadap penafsirannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif baru dalam memahami konsep nasakh dalam al-Quran. Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan dengan studi kepustakaan (library research) dengan model kualitatif. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan melibatkan analisis teoretis dan penafsiran praktis, kajian ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para penafsir al-Quran dan masyarakat muslim dalam memahami ajaran al-Quran secara holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abduh memiliki interpretasi yang berbeda terhadap dalil yang dijadikan sebagai landasan legitimasi nasakh dalam al-Quran, yaitu QS. al-Baqarah:106. Baginya, kata “āyah” yang terdapat dalam ayat tersebut tidak berarti “ayat al- Quran”, melainkan “ayat kauniyah” yang berupa mukjizat para nabi. Oleh karena itu, Abduh cenderung menafikan keberadaan ayat-ayat mansukh dalam al-Quran. Implikasi dari pemahaman tersebut, mengharuskan Abduh membatalkan pernyataan adanya ayat-ayat mansukh dalam al-Quran dengan mencari konsistensi antara ayat- ayat tersebut, agar tidak terlihat kontradiktif dengan cenderung mengedepankan rasionalitas.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.1 Ilmu-ilmu Al-Qur'an > 2X1.15 Nasikh dan Mansukh |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | M. Alfarabi |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 05:23 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 05:23 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/52791 |
