The Effect of Credit Risk and Operational Efficiency on the Profitability of Islamic Banks: A Comparative Study of Indonesia and Malaysia, 2017–2024

Siti Kartika Rahmatillah, 210603004 (2025) The Effect of Credit Risk and Operational Efficiency on the Profitability of Islamic Banks: A Comparative Study of Indonesia and Malaysia, 2017–2024. The Journal of Sharia Economics, 6 (2): 4. pp. 190-211. ISSN 2774-3543

[thumbnail of Risiko Kredit, Efisiensi Operasional, Profitabilitas, Bank Syariah] Text (Risiko Kredit, Efisiensi Operasional, Profitabilitas, Bank Syariah)
Siti Kartika Rahmatillah, 210603004, FEBI, PS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh risiko kredit (diukur melalui Non-Performing Financing/NPF) dan efisiensi operasional (diukur melalui rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional/BOPO) terhadap profitabilitas bank syariah yang direpresentasikan dengan Return on Assets (ROA). Sampel penelitian mencakup empat bank syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Mega Syariah, Maybank Islamic Berhad, dan CIMB Islamic Berhad dengan data triwulanan periode 2017 hingga 2024 yang mencakup fase pra-pandemi, pandemi, dan pemulihan pasca-pandemi. Penelitian ini menggunakan regresi data panel serta serangkaian uji diagnostik klasik, hasil penelitian menunjukkan bahwa NPF dan BOPO secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan koefisien determinasi sebesar 72.56%. Secara parsial, NPF tidak berpengaruh signifikan, sementara BOPO terbukti berpengaruh negatif signifikan. Analisis per negara menunjukkan adanya perbedaan: di Indonesia, profitabilitas lebih sensitif terhadap risiko kredit dengan NPF berpengaruh negatif lebih kuat terhadap ROA, sedangkan di Malaysia, efisiensi operasional (BOPO) merupakan faktor dominan yang memengaruhi profitabilitas. Uji beda rata-rata sampel independen juga menegaskan adanya perbedaan signifikan pada NPF, BOPO, dan ROA antara bank syariah di Indonesia dan Malaysia. Temuan ini menegaskan bahwa BOPO merupakan variabel yang paling dominan, sehingga peningkatan efisiensi biaya dan manajemen operasional menjadi kunci dalam memperkuat profitabilitas bank syariah di kawasan ASEAN.

Item Type: Article
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > S1 Perbankan Syariah
Depositing User: Siti Kartika Rahmatillah
Date Deposited: 02 Feb 2026 02:44
Last Modified: 02 Feb 2026 02:44
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53587

Actions (login required)

View Item
View Item