Pertanggungjawaban PT Bank Aceh Syariah terhadap Gagal Transaksi Setor Tunai melalui Cash Recycle Machine Perspektif Hukum Ekonomi Syariah

[error in script]

[thumbnail of membahas tentang pertanggunjawaban bank atas gagal transaksi setor tunai melalui cash recycle machine] [error in script]
Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of membahas tentang pertanggungjawaban bank atas gagal transaksi setor tunai melalui cash recycle machine] [error in script]
Download (1MB)

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong dunia perbankan menyediakan layanan transaksi elektronik, salah satunya melalui Cash Recycle Machine (CRM) untuk setor tunai mandiri. Namun, penggunaan CRM masih mengalami kegagalan sistem yang menimbulkan kerugian bagi nasabah, seperti dana yang tidak masuk ke rekening. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian material dan immaterial serta memunculkan persoalan hukum terkait pertanggungjawaban bank ditinjau dari hukum positif dan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk gagal transaksi dalam proses setor tunai melalui CRM pada PT Bank Aceh Syariah, penanganan pengaduan nasabah, serta menganalisis bentuk pertanggungjawaban bank ditinjau dari perspektif hukum positif dan fiqh dhaman. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif empiris dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan fatwa DSN-MUI, serta penelitian lapangan berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRM di PT Bank Aceh Syariah telah sesuai dengan prosedur operasional, namun masih terdapat kendala teknis yang menyebabkan kegagalan transaksi sehingga adanya pengaduan nasabah. Penanganan pengaduan dilakukan melalui verifikasi dan rekonsiliasi hingga pengembalian dana, meskipun penyelesaiannya belum sepenuhnya optimal. Dalam hukum positif, bank berkewajiban memberikan ganti rugi atas kerugian nasabah akibat kegagalan layanan. Sementara itu, dalam fiqh muamalah, kegagalan transaksi pada akad wadi‘ah merupakan pelanggaran akad (ta‘addi) yang menimbulkan kewajiban dhaman akad. Meskipun dana pokok telah dikembalikan, pertanggungjawaban tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip adh-dhararu yuzāl, karena tidak adanya kompensasi terhadap kerugian immaterial, sehingga diperlukan peningkatan keandalan sistem dan mekanisme kompensasi yang lebih adil.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Ramadhani Novyana
Date Deposited: 02 Feb 2026 08:53
Last Modified: 02 Feb 2026 08:53
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53677

Actions (login required)

View Item
View Item