Arya Permata, 220104001 (2026) Penyelesaian Kasus Pengeroyokan Oleh Anak Di Bawah Umur Dengan Sistem Peradilan Adat Di Bener Meriah. Jarima: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Pidana Islam, 2 (2). pp. 1-15. ISSN 3110-1089 (Submitted)
Artikel revisi arya FIx.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (542kB) | Request a copy
Abstract
Penyelesaian kasus pengeroyokan oleh anak sering kali menemui jalan buntu ketika dihadapkan pada eskalasi konflik emosional yang tak terduga. Penelitian ini mengkaji tiga permasalahan utama: bagaimana mekanisme penyelesaian kasus melalui sistem peradilan adat di Bener Meriah, apakah Restorative Justice masih relevan jika mediasi memicu konflik baru, dan bagaimana peran peradilan adat dalam konteks hukum pidana Islam. Dengan menggunakan metode yuridis-empiris, studi ini menemukan bahwa lembaga Sarak Opat menerapkan mekanisme hibrida yang mengintegrasikan hukum formal dan adat. Restorative Justice terbukti tetap relevan dan layak diterapkan untuk mengatasi kebuntuan mediasi akibat insiden baru melalui strategi penundaan (cooling-off) dan peningkatan restitusi (Sayam Plus). Dalam perspektif Islam, peradilan adat berfungsi efektif sebagai pelaksana konsep Tahkim (arbitrase) dan Diyat (ganti rugi). Disimpulkan bahwa peradilan adat merupakan instrumen vital yang mampu memulihkan harmoni sosial secara humanis dan sejalan dengan prinsip syariat.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Arya Permata |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 07:03 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 07:03 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53735 |
