[error in script]
Download (1MB)
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini mengkaji kepatuhan hukum pelaku usaha sumur bor terhadap regulasi pengeboran air tanah dalam Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2024 dengan tinjauan konsep milk al-daulah. Air tanah merupakan sumber daya alam strategis yang berada dalam penguasaan negara dan pemanfaatannya harus dikendalikan melalui mekanisme hukum. Fokus penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepatuhan hukum pelaku usaha sumur bor terhadap regulasi pengeboran yang berlaku, upaya penegakan Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2024 terhadap kepatuhan pelaku usaha sumur bor, serta tinjauan konsep milk al-daulah dan Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2024 dalam kepatuhan pelaku usaha sumur bor terhadap regulasi pengeboran. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usaha jasa pengeboran sumur bor di Kecamatan Baitussalam tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk ketidakpatuhan hukum, karena kewajiban perizinan belum diterapkan secara konsisten oleh pemerintah daerah terhadap pelaku usaha jasa pengeboran air tanah. Kondisi ini mencerminkan lemahnya implementasi regulasi, bukan sikap tidak patuh dari pelaku usaha. Oleh karena itu, penegakan regulasi memerlukan penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, penguatan sistem perizinan dan pengawasan, serta pendekatan edukatif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.29 Aspek Muamalat Lainnya |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Rihhadatull Aisyi |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 03:43 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 03:43 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53890 |
