M. Agus Wahyudi, 221002020 (2026) Cyber-Tariqa: Pembelajaran dan Ritual Tarekat Naqshabandi Haqqani Berbasis Digital. Disertasi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Full Disertasi (1)_organized.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (11MB)
Abstract
Tarekat dalam tradisi Islam merupakan sistem pendidikan tasawuf yang merepresentasikan dimensi ihsān melalui pola pembelajaran khas berbasis relasi mursyid dan murid. Perkembangan teknologi digital mendorong terjadinya adaptasi dalam praktik tarekat, termasuk dalam Tarekat Naqshbandi Haqqani, yang memanfaatkan media digital dalam pembelajaran dan praktik spiritual. Disertasi ini bertujuan menganalisis bagaimana struktur pembelajaran dan praktik ritual Tarekat Naqshbandi Haqqani dibentuk, dijalankan, dan dinegosiasikan dalam ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memadukan etnografi digital dan etnografi konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan aktor-aktor Tarekat Naqshbandi Haqqani di zawiyah lokal, serta penelusuran terhadap situs resmi tarekat. Hasil penelitian dapat dikelompokkan ke dalam dua ranah utama. Pertama, materi pembelajaran bersifat living epistemic, yaitu pengetahuan sufistik yang hidup, dinamis, dan berakar pada otoritas spiritual mursyid. Metode pembelajaran yang digunakan bersifat living embodied, yakni ajaran tarekat diinternalisasi dan diwujudkan dalam pengalaman spiritual serta praktik keseharian murid. Media pembelajaran tidak terbatas pada zawiyah tradisional, melainkan diperluas ke dalam bentuk zawiyah digital yang berfungsi sebagai ruang sakral virtual. Aktor pendidik tidak hanya terdiri dari mursyid dan khalifah, tetapi juga melibatkan platform digital seperti eShaykh serta figur Shadow Sufi Teacher yang berperan sebagai pimpinan zawiyah lokal serta fasilitator pembelajaran melalui mekanisme mediasi digital. Sementara itu, murid tarekat mengalami transformasi menjadi sālik virtual, yaitu subjek pembelajar melalui konektivitas digital. Kedua, digitalisasi mendorong adaptasi ritual-ritual tarekat ke dalam format daring, yang mencakup baiat digital, zikir digital, permintaan doa berbasis digital, dan penafsiran mimpi berbasis digital. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, studi ini merumuskan model konseptual cyber-ṭarīqa dengan menjadikan Tarekat Naqshbandi Haqqani sebagai kasus empirik, yang merepresentasikan reproduksi dan penataan ulang pendidikan tarekat dalam ruang digital. Model cyber-ṭarīqa dibangun atas empat elemen utama, yaitu digital zawiyah, digital pedagogy, digital ritual, dan spiritual authority. Dengan demikian, cyber-ṭarīqa merepresentasikan format baru pendidikan tarekat yang tidak menegasikan tradisi sufistik klasik, melainkan mereproduksinya dalam konfigurasi ruang, media, dan relasi pedagogis berbasis digital.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X5 Akhlak dan Tasawuf > 2X5.3 Tarekat |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S3 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | M. Agus Wahyudi |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 03:31 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 03:31 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/54041 |
