Penggunaan Satuan Takaran Padi di Kalangan Masyarakat Kecamatan Indrapuri Menurut Hukum Islam

Annie Rafiqa, 140102003 (2018) Penggunaan Satuan Takaran Padi di Kalangan Masyarakat Kecamatan Indrapuri Menurut Hukum Islam. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Penggunaan Satuan Takaran Padi)
Annie Rafiqa.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Penggunaan Satuan Takaran Padi)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (901kB) | Preview

Abstract

Alat takar menjadi instrumen yang paling penting untuk menimbang suatu objek dalam melakukan transaksi mu’amalah. Masyarakat di Kecamatan Indrapuri menggunakan dua alat takar dalam melakukan taṣarruf padi, yaitu alat takar yang sudah memiliki standarisasi legal formal yang berlaku sesuai dengan ketentuan hukum positif dan alat takar tradisional masyarakat Aceh yang diakui secara tradisi dan adat istiadat. Keragaman penggunaan alat takar terutama di kalangan masyarakat petani di Kecamatan Indrapuri ini memiliki volume tertentu yang diakui secara tradisional meskipun tidak diperoleh legitimasi dan standarisasi secara akurat dengan alat timbang yang diakui secara legal menurut perundangundangan yang berlaku. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah, pertama: Bagaimana masyarakat kecamatan Indrapuri menggunakan standar takaran dalam melakukan taṣarruf padi. Kedua: Mengapa terjadi dualisme dalam penggunaan alat takaran di kalangan masyarakat kecamatan Indrapuri. Ketiga: Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penggunaan satuan takaran padi di kalangan masyarakat Kecamatan Indrapuri. Penulisan skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan transaksi jual beli masyarakat Indrapuri menggunakan alat timbang adalah untuk menjamin kepastian hukum karena alat timbang memiliki sifat terhadap kuantitas objek yang ditimbang, sehingga harga yang di bayar setara dengan barang yang diperoleh dan para pihak tidak ada yang merasa terzalimi. Dalam pembayaran zakat padi mereka menggunakan alat takar karena sifat alat takar itu volumenya jelas. Padi yang baru di panen masih mengandung air, jika di timbang massanya akan lebih berat dibandingkan dengan padi yang sudah lama di panen, namun jika di takar volumenya akan sama. Menurut hukum Islam, penggunaan alat timbang dan alat takar oleh masyarakat di Kecamatan Indrapuri dalam melakukan taṣarruf padi dapat dikatakan sudah benar dan setiap tranksaksi yang dilakukan adalah sah secara hukum formal dan syara’.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. H. Nurdin Bakri, M.Ag 2.Husni A. Jalil, S.Hi., MA
Uncontrolled Keywords: Satuan Takaran, Padi, Masyarakat, Hukum Islam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Annie Rafiqa
Date Deposited: 14 Oct 2018 16:02
Last Modified: 14 Oct 2018 16:02
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5472

Actions (login required)

View Item View Item