EFEKTIVITAS PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI SEPANJANG DAERAH ALIRAN SUNGAI (STUDI DI DESA BADAK, KECAMATAN DABUN GELANG, KABUPATEN GAYO LUES)

[error in script]

[thumbnail of Membahas efektifitas  penangganan bencana banjir DAS] [error in script]
Download (2MB)

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu ancaman serius bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), termasuk di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi dan intensitas banjir di wilayah ini cenderung meningkat akibat faktor alam seperti curah hujan tinggi serta faktor manusia seperti degradasi hutan, alih fungsi lahan, dan keterbatasan infrastruktur pengendali banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas upaya penanggulangan bencana banjir di Desa Badak, dengan meninjau kebijakan, program mitigasi, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptifanalitis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan empat informan utama yang terdiri dari perangkat desa, pihak BPBD Kabupaten Gayo Lues, serta masyarakat terdampak, dan analisis dokumen kebijakan terkait penanggulangan bencana. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas penanganan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di Desa Badak terjadi hampir setiap tahun, dengan puncak kejadian pada periode November hingga Januari ketika curah hujan mencapai 100–150 mm/hari. Dampak terbesar terjadi pada tahun 2021, di mana sekitar 45% wilayah permukiman terendam, 13 hektar lahan pertanian mengalami kerusakan, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Upaya penanggulangan yang telah dilakukan meliputi pembangunan tanggul darurat, penerapan sistem peringatan dini berbasis komunitas, dan pelatihan kesiapsiagaan bencana. Namun, efektivitasnya masih terbatas akibat beberapa kendala, antara lain keterbatasan anggaran penanggulangan bencana, lemahnya koordinasi antarinstansi, rendahnya partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi DAS, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi pemantauan debit sungai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan BPBD, peningkatan alokasi anggaran penanggulangan bencana, integrasi kebijakan tata ruang berbasis risiko banjir, serta penguatan program rehabilitasi DAS dan edukasi masyarakat untuk membangun ketahanan jangka panjang terhadap bencana banjir

Item Type: Other
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 360 Social Problems and Services (Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial) > 363 Masalah dan pelayanan sosial lainnya
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Kesejahteraan Sosial
Depositing User: Riski Bahagie
Date Deposited: 21 May 2026 05:07
Last Modified: 21 May 2026 05:07
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/55542

Actions (login required)

View Item
View Item