[error in script]
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena penyimpangan seksual (LGBT) di kota Banda Aceh yang dipicu oleh globalisasi dan akses teknologi digital tanpa filter. Meskipun Aceh menerapkan Syariah Islam, transisi sosial ke masyarakat perkotaan menciptakan tantangan bagi kontrol sosial tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peran pengasuhan dan pengawasan orang tua dalam mencegah LGBT berdasarkan perspektif Islam dan hukum positif. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang diperkuat melalui wawancara mendalam dengan orang tua di Kota Banda Aceh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Banda Aceh menerapkan dua jenis pengawasan: pengawasan langsung berbasis koeksistensi fisik dengan penerapan jam malam yang ketat dan pengawasan yang dimediasi secara digital bagi anak migran melalui penguatan ikatan emosional. Secara empiris, internalisasi konsep muraqabah (kesadaran di bawah pengawasan Tuhan) telah terbukti lebih efektif dalam membangun pengendalian internal pada remaja daripada patroli moralitas di ruang publik. Gaya pengasuhan demokratis yang mengintegrasikan prinsip mengasah, mencintai, dan mengasuh merupakan instrumen utama dalam melindungi sifat anak dari pengaruh masyarakat tertutup di lingkungan perkotaan
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Gaya pengasuhan anak; LGBT; Hukum Islam; pengawasan orang tua; kota Banda aceh |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.06 Sosiologi Hukum Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Qanita Qanita |
| Date Deposited: | 12 May 2026 02:06 |
| Last Modified: | 12 May 2026 02:06 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/55764 |
