[error in script]
Download (1MB)
Abstract
Kejahatan siber yang semakin kompleks, lahir dari pesatnya perkembangan teknologi digital , salah satunya termanifestasi dalam penipuan investasi mata uang kripto, yang kerap dijuluki sebagai Pig Butchering. Modus ini tidak hanya mengandalkan teknologi terkini, tetapi juga menyasar target psikologi dengan mengendalikan emosi mereka secara terstruktur dan menyamarkan identitas pelaku. Tujuan studi ini adalah untuk membedah pola operasional kejahatan Pig Butchering sebagai bentuk penipuan modern berbasis investasi kripto. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menguraikan unsur penipuan (al-tadlis) dan (gharar) serta sanksi yang menyertainya dari perspektif hukum pidana Islam. Metodologi yang diadopsi dalam penelitian ini adalah kajian hukum normatif yang bertumpu pada study kepustakaan, dengan menggunakan pendektan konseptual, pendekatan filosofis, dan juga pendekatan studi kasus sebagai gambaran/pendukung data normatif. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa praktik Pig Butchering sarat dengan unsur al-tadlīs. Hal ini terlihat dari praktik menyembunyikan informasi penting, penyamaran identitas, dan penyajian data investasi yang berputar. Lebih jauh, ketidakjelasan mengenai objek dan alur transaksi menciptakan kondisi yang penuh unsur gharar. Kejahatan semacam ini dikategorikan sebagai jarimah ta'zīr dalam kerangka fiqh jinayah. Oleh karena itu, otoritas terkait mempunyai kewajiban untuk menetapkan sanksi yang sesuai dengan kaidah keadilan dan kemaslahatan.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Nasrullah Nasrullah |
| Date Deposited: | 12 May 2026 03:40 |
| Last Modified: | 12 May 2026 03:40 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/55870 |
