[error in script]
Download (736kB)
Abstract
Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis ketika individu meragukan kompetensi dirinya dan merasa tidak pantas atas pencapaian yang diraih, meskipun terdapat bukti objektif mengenai keberhasilannya. Fenomena ini banyak dialami oleh individu berprestasi, termasuk mahasiswa penerima beasiswa. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan impostor syndrome adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan impostor syndrome pada mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2025 yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Instrumen yang digunakan adalah skala impostor syndrome dan skala self-compassion. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion berhubungan signifikan dengan impostor syndrome dan memberikan kontribusi sebesar 31,8%. Secara spesifik, dimensi self-kindness dan mindfulness berpengaruh signifikan dalam menurunkan impostor syndrome, sedangkan dimensi common humanity menunjukkan hubungan negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua dimensi self-compassion berperan secara optimal dalam menurunkan impostor syndrome.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | BI scholarship recipients, impostor syndrome, self-compassion, student |
| Subjects: | 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology (Psikologi/Ilmu Jiwa) |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > S1 Psikologi |
| Depositing User: | Husnul Latifah |
| Date Deposited: | 19 May 2026 07:37 |
| Last Modified: | 19 May 2026 07:37 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56457 |
