Muhammad Jihad, 220303022 (2026) Persepsi Masyarakat Tentang Memakmurkan Masjid di Kemukiman Piyeung Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar (Studi Analisis Q.S. Al-Taubah Ayat 18). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Muhammad Jihad Repository, FUF, IAT.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Masjid sejak dahulu dikenal sebagai pusat peradaban Islam yang dimanfaatkan oleh umat Muslim untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari tempat pelaksanaan ibadah hingga menjadi ruang bagi penyampaian aspirasi dan pengaduan umat. Kemakmuran sebuah masjid tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan,tetapi yang lebih utama adalah tingginya partisipasi jamaah yang hadir dan terlibat dalam salat berjamaah. Di Masjid Jami’ Nurussalam Piyeung, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, ditemukan bahwa partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid melalui salat fardu berjamaah masih rendah dibandingkan antusiasme mereka dalam kegiatan sosial dan keagamaan di luar salat. Padahal, dalam Q.S. Al-Taubah ayat 18 ditegaskan bahwa orang-orang beriman berhak sekaligus bertanggung jawab dalam memakmurkan masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran para mufasir terhadap Q.S. Al-Taubah ayat 18, persepsi masyarakat tentang makna memakmurkan masjid, serta pandangan masyarakat mengenai salat berjamaah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan sumber data kepustakaan dan penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufasir memaknai memakmurkan masjid ke dalam dua aspek utama. Pertama, upaya pembangunan, pemeliharaan, dan pengelolaan bangunan masjid. Kedua, menghidupkan masjid melalui berbagai kegiatan ibadah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sementara itu, masyarakat memaknai memakmurkan masjid melalui kegiatan ibadah, kegiatan sosial yang bermanfaat, serta kegiatan pembinaan keagamaan. Dalam pandangan masyarakat, salat berjamaah dipahami sebagai kewajiban, sebagai keutamaan, sekaligus sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Peneliti juga menyimpulkan bahwa praktik memakmurkan masjid melalui salat berjamaah masih belum optimal dan belum dilakukan secara konsisten. Rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran pribadi, terbatasnya pemahaman keagamaan, serta keberadaan meunasah (Musala) yang berdekatan dengan masjid sehingga sebagian masyarakat lebih memilih melaksanakan ibadah di meunasah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah > 2X4.12 Shalat > 2X4.125 Masjid |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Muhammad Jihad |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 03:09 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 03:09 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56798 |
