[error in script]
Download (7MB)
Abstract
Secara normatif, pernikahan seharusnya menjadi sakinah, mawaddah, warahmah sebagaimana amanat Q.S. Ar-Rum ayat 21, dalam KHI pasal 3 yang menyebutkan tujuan pernikahan untuk mewujudkan keluarga saknah dan dalam UU No. 23 Tahun 2004 (UUPKDRT). Namun dalam kenyataannya berdasarkan data di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh terjadi ketimpangan karena terdapat lonjakan temuan fakta materiil KDRT dalam dokumen putusan cerai gugat pada tahun 2023 dan 2024. Masalahnya terdapat jurang pemisah antara aturan yang melarang kekerasan dengan realitas angka kekerasan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk KDRT yang muncul sebagai alasan perceraian dalam putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, mengkaji pengaruh latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan kondisi ekonomi terhadap terjadinya KDRT, serta menelaah dampak KDRT terhadap peningkatan angka perceraian ditinjau dari perspektif hukum Islam dan praktik peradilan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap putusan cerai gugat Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh tahun 2023–2024 yang memiliki fakta materiil KDRT. Data dianalisis secara konten-analitis, mengaitkan temuan dokumen dengan teori sosiologi hukum, teori struktural fungsional, teori relasi keluarga, serta konsep Fiqh Munakahat.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | KDRT, Cerai Gugat, Sosiologi Hukum, Fiqh Munakahat, Khulu’ |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.33 Perceraian 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.332 khulu' (Ucapan Cerai Suami) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Hanna Mardhiya |
| Date Deposited: | 18 May 2026 07:29 |
| Last Modified: | 18 May 2026 07:29 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56835 |
