[error in script]
Download (6MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penyaluran zakat secara langsung kepada mustahik di Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues serta mengkaji kesesuaiannya dengan ketentuan Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal. Zakat merupakan instrumen penting dalam Islam yang berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesen- jangan sosial. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan masyarakat yang menyalurkan zakat secara langsung tanpa melalui lembaga resmi, sehingga ber- potensi mengurangi efektivitas pengelolaan dan pemerataan distribusi zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empir- is. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan muzakki, mustahik, tokoh masyarakat, serta pihak Baitul Mal, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penyaluran zakat secara langsung kepada mustahik di Kecamatan Dabun Gelang masih cukup dominan. Beberapa faktor yang mela- tarbelakanginya antara lain keinginan muzakki untuk memastikan zakat diterima oleh orang yang dianggap benar-benar membutuhkan, kurangnya kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat, kebiasaan turun-temurun, serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai regulasi pengelolaan zakat. Selain itu, kedek- atan emosional dan hubungan kekeluargaan juga menjadi alasan kuat bagi mu- zakki untuk menyalurkan zakat tanpa perantara. Dari perspektif Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018, penyaluran zakat seharusnya dilakukan melalui Baitul Mal agar pengelolaannya lebih terstruktur, transparan, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Penyaluran melalui lembaga resmi memung- kinkan pendistribusian zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produk- tif sehingga dapat membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan. Oleh kare- na itu, praktik penyaluran langsung dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan pengelolaan zakat secara kelembagaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan upaya peningkatan sosialisasi, edukasi, dan transparansi dari pihak Baitul Mal guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan pengel- olaan yang profesional dan akuntabel, diharapkan masyarakat lebih terdorong untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga tujuan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dapat tercapai secara optimal
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Penyaluran Zakat Langsung, Qanun Aceh No 10 Tahun 2018, Baitul Mall, Muzzaki dan Mustahiq |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah > 2X4.14 Zakat 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah > 2X4.144 Penerima Zakat (Mustahiq) 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.27 Bank, Termasuk Baitul Mal Wat Tamwil |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mira Aini |
| Date Deposited: | 20 May 2026 07:32 |
| Last Modified: | 20 May 2026 07:32 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57031 |
