Komunikasi Artifaktual Pada Fashion Muslimah Generasi Z Di Banda Aceh

Ziyan Ulfia, 210401041 (2026) Komunikasi Artifaktual Pada Fashion Muslimah Generasi Z Di Banda Aceh. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of membahas tentang Komunikasi Artifaktual Pada Fashion Muslimah Generasi Z Di Banda Aceh] Text (membahas tentang Komunikasi Artifaktual Pada Fashion Muslimah Generasi Z Di Banda Aceh)
SKRIPSI LENGKAP-ZIYAN ULFIA-210401041-WATERMARK.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi artifaktual pada fashion muslimah Generasi Z di Banda Aceh. Fashion tidak sekadar berfungsi sebagai penutup tubuh, melainkan telah berkembang menjadi medium komunikasi nonverbal yang kompleks untuk mengekspresikan identitas, nilai-nilai dan negosiasi antara tren global dengan norma lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk komunikasi artifaktual fashion muslimah yang dikomunikasikan oleh Generasi Z serta mengidentifikasi identitas muslimah yang ditampilkan melalui pilihan fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan, observasi partisipatif di coffee shop trendi dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria perempuan Generasi Z berusia 18-25 tahun, aktif di media sosial, fashionable dan berkumpul santai di coffee shop Banda Aceh yang memiliki nuansa estetika. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead digunakan sebagai kerangka teoretis untuk memahami bagaimana Generasi Z menegosiasikan makna melalui simbol-simbol fashion. Hasil menunjukkan komunikasi artifaktual yang berlapis dan dinamis, mencakup empat jenis artefak utama: (1) Pakaian dengan gaya minimalis clean, kasual stylish, serta adaptasi tren cewek bumi, cewek kue dan cewek mamba; (2) Hijab dominan pashmina sebagai simbol modernitas; (3) Aksesoris seperti gelang, jam tangan, tas dan inovasi pada hijab; (4) Kosmetik natural yang koheren dengan gaya fashion. Identitas yang ditampilkan adalah hasil negosiasi kreatif antara personal dan religius kultural, menghasilkan muslimah modern yang fashionable, percaya diri dan up to date. Kesimpulannya, fashion muslimah Generasi Z di Banda Aceh merupakan sistem komunikasi artifaktual kompleks sebagai bahasa nonverbal untuk identitas hibrid modern.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Ziyan Ulfia
Date Deposited: 18 Jun 2026 05:06
Last Modified: 18 Jun 2026 05:06
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57329

Actions (login required)

View Item
View Item