[error in script]
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini membahas tentang pengaturan unsur tindak pidana santet di dalam baru perspektif hukum pidana Islam. Fokus yang dibahas dalam kajian dalam penelitian ini ada dua, yaitu terkait analisis pengaturan unsur-unsur tindak pidana santet serta pertanggungjawaban pidana di dalam KUHP baru perspektif hukum pidana Islam. Metode yang digunakan ialah penelitian hukum normatif, dengan dua pendekatan yaitu undang-undang/statute approach dan konseptual/conceptual approach, data diperoleh dari bahan hukum yang berupa KUHP baru, literatur hukum, dan artikel jurnal, yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tindak pidana santet dalam Pasal 252 KUHP baru menekankan unsur subjektif berupa niat jahat (mens rea) dan unsur objektif berupa perbuatan nyata (actus reus) yang dilakukan tanpa harus menimbulkan akibat hukum yang langsung bagi korban, sehingga delik dianggap selesai saat perbuatan dilakukan. Peretanggungjawab pidana hanya berlaku apabila unsur larangan terpenuhi, baik berupa pernyataan yang "dapat" menimbulkan penderitaan atau perbuatan untuk mencari keuntungan. KUHP baru bersifat preventif untuk mencegah praktik main hakim sendiri, dan di dalam perspekif hukum pidana Islam ketentuan ini relevan dengan konsep ta'zir, yang mana sanksi ditentukan pemerintah sesuai kebijakan hakim.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Unsur Tindak Pidana, Santet, KUHP Baru, Hukum Pidana Islam |
| Subjects: | 100 Philosophy and Psychology > 130 Parapsychology & Occultism (Fenomena Paranormal dan Okultisme) > 133.4 Demonologi dan Sihir 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Ananda Tasya |
| Date Deposited: | 22 May 2026 02:13 |
| Last Modified: | 22 May 2026 02:13 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57334 |
