Furqan rusydi, 220101056 (2026) Distribusi Harta Hibah Berdasarkan Gender yang Beralih Status Menjadi Warisan (di Gampong Lampisang Kec. Sukamakmur Kab. Aceh Besar). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
furqan rusydi _ 220101056.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Praktik pembagian harta dalam masyarakat Aceh tidak hanya dipengaruhi oleh hukum Islam, tetapi juga oleh hukum adat yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Salah satu praktik yang masih ditemukan adalah distribusi harta hibah berdasarkan gender yang beralih status menjadi warisan dilakukan semasa pemberi hidup, dibagikan dan dipilah harta tersebut sesuai peran dan tanggung jawab masing – masing gender dan kemudian diperhitungkan sebagai warisan setelah pewaris meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik distribusi harta hibah berdasarkan gender yang beralih status menjadi warisan di Gampong Lampisang Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar, serta menganalisis pandangan hukum Islam terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan ahli waris, tokoh masyarakat, dan aparatur gampong, serta didukung oleh studi dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembagian harta dilakukan berdasarkan peran sosial gender, di mana anak laki-laki umumnya menerima harta produktif seperti kebun atau tanah, sedangkan anak perempuan menerima rumah atau harta yang bersifat tempat tinggal. Pembagian tersebut dilakukan melalui hibah ketika pewaris masih hidup, namun dalam praktiknya kadang kala menimbulkan ketimpangan dan berpotensi merugikan salah satu pihak disebabkan lemahnya kekuatan hukum dalam proses pembagian. Dari perspektif hukum Islam, praktik distribusi harta hibah berdasarkan gender yang beralih status menjadi warisan sejalan dengan nilai syariat, pembagian berasal dari rasa khawaatir dan kasih sayang orang tua yang mana takut akan kemiskinan kepada anaknya dan secara hukum hibah kepada anak dapat diperhitungkan sebagai warisan sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bolehnya melakukan pratik tersebut dengan syarat hakus diikat dengan kekuatan hukum yang jelas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Hibah, Warisan, Gender |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.4 Hukum Waris (Faraid) dan Wasiat 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Furqan Furqan rusydi |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 01:45 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 01:45 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57472 |
