Alvia Hasli Ramadhan, 241009004 (2026) Konsep Moderasi Beragama Dalam Pemikiran Nurcholish Madjid Dan Nasaruddin Umar: Studi Komparatif Tentang Islam Wasaṭiyyah di Indonesia. Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Alvia Hasli Ramadhan , 241009004 (tesis).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Moderasi beragama merupakan prinsip fundamental dalam Islam, berfungsi sebagai landasan teologis dan etis dalam merespons realitas kemajemukan, serta tantangan modernitas di Indonesia. Dalam khazanah Islam, konsep ini dikenal dengan istilah wasaṭiyyah, yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan penolakan terhadap segala bentuk ekstremisme. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep moderasi beragama dalam pemikiran Nurcholish Madjid dan Nasaruddin Umar, sebagai dua tokoh intelektual Muslim Indonesia yang berpengaruh dalam penguatan wacana Islam moderat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis deskriptif-komparatif terhadap karya-karya utama kedua tokoh serta sumber-sumber pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep moderasi beragama dalam pemikiran Nurcholish Madjid lahir dari dialektika antara tradisi keislaman, rasionalitas modern, dan realitas pluralitas masyarakat. Berbasis tauhid sebagai asas filosofis, moderasi dimaknai sebagai ekspresi etis keimanan yang inklusif, rasional, dan berkeadilan, dengan menempatkan akal sebagai mitra wahyu serta menjadikan Islam sebagai sumber nilai moral, bukan ideologi kekuasaan. Sementara itu, konsep wasaṭiyyah dalam pemikiran Nasaruddin Umar berakar pada tafsir Al-Qur’an dan tauhid sebagai fondasi teologis utama yang menolak ekstremisme. Moderasi beragama dipahami sebagai mandat ilahiah untuk menegakkan keadilan (‘adl), kasih sayang (raḥmah), dan keseimbangan antara hak Allah dan hak manusia, yang diwujudkan melalui nilai keadilan, toleransi (tasāmuh), dan kesetaraan gender (musāwah al-jinsiyyah). Secara komparatif, pemikiran kedua tokoh tersebut saling melengkapi antara fondasi teologis-filosofis dan implementasi praksis sosial, sehingga relevan dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kajian Islam wasaṭiyyah serta penguatan moderasi beragama dalam konteks keindonesiaan.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.4 Pemurnian dan Pembaharuan Pemikiran |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Ilmu Agama Islam |
| Depositing User: | Alvia Hasli Ramadhan |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 07:26 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 07:26 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57716 |
