Rijal Fandika, 220306002 (2026) Pengamalan Hadis Etika Masa Iddah Dalam Pemberian Peunulang di Nagan Raya. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
organized (20).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini membahas pengamalan hadis tentang etika masa iddah dalam tradisi pemberian peunulang yang berkembang sebagai adat di Kabupaten Nagan Raya. Tradisi peunulang telah lama dipraktikkan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, namun dalam pelaksanaannya ditemukan adanya perbedaan dan ketidak sesuaian dengan ketentuan hadis Nabi Muhammad SAW, khususnya terkait etika ihdad bagi perempuan yang sedang menjalani masa iddah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk praktik pemberian peunulang di Nagan Raya serta menganalisis bagaimana masyarakat setempat mengamalkan etika hadis masa iddah dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari masyarakat pelaku tradisi peunulang, tokoh agama, dan tokoh adat di Kabupaten Nagan Raya. Data yang diperoleh dianalisis untuk melihat kesesuaian praktik peunulang dengan ajaran hadis tentang masa iddah dan ihdad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik peunulang di Nagan Raya dilakukan melalui tiga cara utama. Pertama, janda meminta Tgk untuk hadir ke rumah duka guna membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, memimpin doa bersama, serta menghadiri kenduri. Kedua, keluarga menitipkan makanan yang telah dimasak untuk diberikan kepada Tgk. Ketiga, pemberian uang atau sembako kepada Tgk yang dimaksudkan untuk dikonsumsi selama empat puluh hari setelah pemakaman. Ditinjau dari bentuk pengamalannya, tradisi peunulang terbagi ke dalam dua kategori. Pertama, praktik yang dinilai sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW, yaitu peunulang yang tidak melibatkan kehadiran Tgk di rumah duka maupun penitipan makanan atau uang, sehingga perempuan tetap menjaga etika ihdad. Kedua, praktik yang dinilai tidak sejalan dengan hadis, yaitu menghadirkan Tgk ke rumah duka untuk kenduri dan doa bersama, karena dalam masa ihdad perempuan dianjurkan untuk membatasi penerimaan tamu yang tidak bersifat mendesak. Kata Kunci: Peunulang, Ihdad, Etika.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X2 Hadis dan ilmu yang berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Rijal Fandika |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 05:01 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 05:01 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57776 |
