Harmonisasi Fikih dan Praktik Penundaan Salat Isya Pada Dayah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar

Maulidia Azzukhraifa, 221009002 (2026) Harmonisasi Fikih dan Praktik Penundaan Salat Isya Pada Dayah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Harmonisasi Fikih dan Praktik Penundaan Salat Isya Pada Dayah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar] Text (Harmonisasi Fikih dan Praktik Penundaan Salat Isya Pada Dayah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar)
Maulidia Azzukhraifa, 221009002 (tesis).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB)

Abstract

Penundaan pelaksanaan Salat Isya merupakan praktik yang telah mengakar dalam tradisi pendidikan keagamaan di lingkungan dayah di Aceh dan dipahami sebagai bagian dari pengaturan ritme pembelajaran santri pada malam hari. Namun, ketika praktik tersebut diwacanakan untuk diterapkan di ruang publik, muncul perbedaan pandangan dan respons dari masyarakat serta otoritas keagamaan. Perbedaan karakter antara dayah sebagai komunitas keagamaan yang relatif homogen dan ruang publik yang bersifat heterogen menjadi persoalan penting yang memerlukan kajian mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penundaan Salat Isya di lingkungan dayah, mengkaji dasar fikih dan pertimbangan kemaslahatan yang melandasinya, serta menilai relevansi dan batas keberlakuannya apabila diterapkan di ruang publik, baik pada bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan (field research) yang didukung oleh penelitian kepustakaan (library research). Lokasi penelitian difokuskan pada sejumlah dayah di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan dan pengelola dayah, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur fikih, buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan lembar observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan perspektif fikih mazhab Syafi‘i serta pendekatan konsep maṣlaḥah, ‘urf, dan sadd al-dharī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan Salat Isya di dayah dilakukan melalui dua pola utama, yaitu pengumandangan azan pada awal waktu dengan pelaksanaan salat setelah kegiatan belajar malam, serta penundaan azan dan pelaksanaan salat secara bersamaan. Secara fikih, praktik tersebut masih berada dalam batas waktu sah Salat Isya dan mengandung maṣlaḥah mu‘tabarah, terutama dalam menjaga keteraturan pendidikan dan kualitas jamaah santri. Dari perspektif ‘urf, praktik ini termasuk ‘urf khāṣṣ ṣaḥīḥ yang keberlakuannya terbatas pada komunitas dayah. Dalam konteks ruang publik pada bulan Ramadan, penundaan Salat Isya berpotensi menghadirkan kemaslahatan apabila dilakukan secara terbatas dan proporsional, sedangkan di luar bulan Ramadan diperlukan kehati-hatian dengan mengedepankan prinsip sadd al-dharī‘ah dalam perumusan kebijakan keagamaan.

Item Type: Thesis (Tesis)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah > 2X4.12 Shalat
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Ilmu Agama Islam
Depositing User: Maulidia Azzukhraifa
Date Deposited: 09 Jun 2026 04:10
Last Modified: 09 Jun 2026 04:10
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57782

Actions (login required)

View Item
View Item