Ahmad Syauky, 241003009 (2026) Konsep Murabbi Dalam Pemikiran Ibnu Khaldun Dan Perspektif Pendidikan Islam. Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
organized (31)_organized.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis paradigma pendidik dalam pendidikan Islam kontemporer yang cenderung terjebak pada pragmatisme administratif serta reduksi peran guru menjadi sekadar pengajar teknis semata. Kondisi ini diperparah dengan masih maraknya praktik kekerasan dalam pendisiplinan di lembaga pendidikan seperti Pesantren dan Dayah, yang mengindikasikan belum terinternalisasinya karakteristik pendidik ideal yang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep murabbi dalam pemikiran Ibnu Khaldun seorang sejarawan, sosiolog muslim perintis, dan filosof besar abad ke-14 yang meletakkan fondasi sosiologi pendidikan dalam karya monumentalnya, Muqaddimah. Kajian ini juga menganalisis relevansi pemikirannya terhadap dinamika pendidikan modern yang seringkali kehilangan aspek keteladanan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan filosofis dan historis. Data primer bersumber dari kitab Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, yang dianalisis menggunakan metode analisis konten (content analysis) dan hermeneutika untuk menggali kedalaman makna teks secara objektif, kritis, dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pendidikan menurut Ibnu Khaldun adalah instrumen pembentuk peradaban yang berorientasi pada pencapaian malakah (keahlian yang menyatu dengan karakter). Kedua, sosok murabbi merupakan figur sentral yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual melalui delapan karakteristik utama, di antaranya kasih sayang (al-rifq), kesabaran, dan penguasaan metode pengajaran bertahap (tadrij). Ibnu Khaldun secara tegas menolak kekerasan (asy-syiddah) karena terbukti merusak potensi manusiawi, mematikan kreativitas, serta menghancurkan kejujuran murid. Ketiga, konsep ini memiliki relevansi kuat dengan paradigma student-centered learning dan kebijakan perlindungan hak anak dalam pendidikan modern. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai murabbi perspektif Ibnu Khaldun sangat krusial untuk melahirkan pendidik yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dalam membentuk peradaban bangsa.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Murabbi, Ibnu Khaldun, Pendidik, Pendidikan Islam. |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.3 Pendidikan |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Ahmad Syauky |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 03:10 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 03:10 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57880 |
