Penentuan Dosis Efektif Paparan Radiasi Sinar X Pada Pemeriksaan Fotografi Pasien

Fatjrul Ata Rizki Nasution, 220204011 (2026) Penentuan Dosis Efektif Paparan Radiasi Sinar X Pada Pemeriksaan Fotografi Pasien. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas tentang Dosis Efektif, Paparan Radiasi, Sinar X, Pemeriksaan Fotografi, Pasien] Text (Membahas tentang Dosis Efektif, Paparan Radiasi, Sinar X, Pemeriksaan Fotografi, Pasien)
SKRIPSI FATJRUL ATA RIZKI NASUTION-220204011-PFS.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB)

Abstract

Sinar-X merupakan radiasi pengion yang dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi tubuh. Pasien yang menjalani pemeriksaan radiografi perlu dipastikan agar dosis radiasi yang diterima tidak melebihi ketentuan BAPETEN. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai dosis efektif paparan radiasi sinar-X pada pemeriksaan radiografi pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari 34 pasien yang menjalani berbagai jenis pemeriksaan radiografi, yaitu thorax, lumbosacral, abdomen, knee, elbow, dan tengkorak di Instalasi Radiologi RSU Cut Meutia Lhokseumawe. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan tabung (kV), arus dan waktu penyinaran (mAs), serta jarak fokus ke film (FFD). Perhitungan dosis dilakukan melalui tahapan penentuan dosis paparan, konversi ke dosis serap, dosis ekuivalen, hingga diperoleh dosis efektif menggunakan faktor bobot jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dosis efektif paparan radiasi bervariasi tergantung pada jenis pemeriksaan dan parameter eksposur. Nilai dosis efektif yang diperoleh berkisar antara 0,00270679 mSv hingga 0,168384 mSv. Dosis efektif tertinggi ditemukan pada pemeriksaan lumbosacral, sedangkan dosis terendah terdapat pada pemeriksaan elbow. Pada pemeriksaan thorax nilai dosis efektif relatif konstan dengan rentang 0,073996875 mSv hingga 0,082447135 mSv. Seluruh nilai dosis efektif yang diperoleh berada di bawah batas yang ditetapkan oleh BAPETEN, yaitu 1 mSv per tahun untuk masyarakat umum. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan radiografi di RSU Cut Meutia Lhokseumawe telah memenuhi standar keselamatan radiasi dan menerapkan prinsip proteksi radiasi As Low As Reasonably Achievable (ALARA) dengan baik. Disarankan kepada peneliti selanjutya untuk menggunakan jumlah subjek yang lebih banyak serta metode pengukuran dosis secara langsung agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan representatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 500 Sciences (Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika) > 530 Physics (Fisika)
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Fatjrul Ata Rizki Nasution
Date Deposited: 18 Jun 2026 08:17
Last Modified: 18 Jun 2026 08:17
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57919

Actions (login required)

View Item
View Item