Riska Bonita, 220303134 (2026) Hubungan Ketaatan Ritual dengan Akhlak Sosial dalam Al-Qur'an. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Riska Bonita,220303134,FUF,IAT.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (5MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kesenjangan antara ketaatan ritual dan akhlak sosial dalam kehidupan umat Islam. Realitas menunjukkan bahwa tingginya intensitas ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan haji tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas perilaku sosial, seperti kejujuran, keadilan, kepedulian dan tanggung jawab sosial. Padahal, Al-Qur’an secara normatif menegaskan bahwa ibadah ritual memiliki implikasi moral dan sosial yang integral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan hubungan ketaatan ritual dengan akhlak sosial beserta konteksnya, dan menganalisis bentuk hubungan antara ketaatan ritual dengan akhlak sosial dalam persfektif Al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) serta metode tafsir tematik. Sumber penelitian ini adalah primer bersumber dari Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Qur’an Al-Azim dan Tafsir Jami’ Al-Bayan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal yang relevan. Teknik analisis dilakukan melalui pengumpulan ayat-ayat terkait, klasifikasi tematik, analisis penafsiran, serta penarikan kesimpulan secara deskriftif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan hubungan ketaatan ritual dengan akhlak sosial antara lain QS. al-‘Ankabut 45, QS. al-Ma’un 4–7, QS. al-Baqarah 197, QS. al-Hajj 37, QS. at-Taubah 71, serta QS. al-Baqarah 184. Ayat-ayat tersebut dalam konteksnya menegaskan bahwa ibadah ritual tidak berdiri sendiri sebagai praktik formal, tetapi diarahkan untuk membentuk kesadaran moral dan tanggung jawab sosial. Shalat berfungsi mencegah perbuatan keji dan munkar, zakat dan infak menumbuhkan kepedulian terhadap kaum lemah, haji dan kurban menanamkan ketakwaan serta pengendalian diri, sementara konsep al-Birr mencakup integrasi antara iman, ritual, dan komitmen sosial. Kedua, bentuk hubungan ketaatan ritual dengan akhlak sosial dalam Al-Qur’an bersifat fungsional dan kausal. Fungsional berarti ibadah memiliki fungsi etis sebagai sarana pembinaan akhlak, sedangkan kausal berarti pelaksanaan ritual yang benar menjadi sebab terbentuknya perilaku sosial yang adil, empatik, dan bertanggung jawab.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Ketaatan ritual, akhlak sosial, Al-Qur'an |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 203 Ibadah Umum dan Praktik lainnya 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.4 Kumpulan ayat-ayat dan surat-surat tertentu 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X5 Akhlak dan Tasawuf > 2X5.1 Akhlak 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Riska Bonita |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 02:50 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 02:50 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57956 |
