Pendidikan Karakter Kemandirian Santri Baru (Studi Kasus Di Pesantren Modern Al Falah Abu Lam U)

Afra Naghia, 221003031 (2026) Pendidikan Karakter Kemandirian Santri Baru (Studi Kasus Di Pesantren Modern Al Falah Abu Lam U). Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Pendidikan Karakter, kemandirian, Santri Baru, Pesantren, SWOT] Text (Pendidikan Karakter, kemandirian, Santri Baru, Pesantren, SWOT)
TESIS Afra Naghia.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB)

Abstract

Menurunnya tingkat kemandirian setiap individu—termasuk santri—adalah sebuah warisan negatif dari globalisasi, dimana setiap “proses” menemukan “permudahannya” masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pendidikan karakter kemandirian santri baru tingkat MTsN/sederajat di Pondok Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam-U Aceh Besar Aceh Besar, sekaligus mengidentifikasi beragam kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Kemandirian menjadi salah satu karakter penting yang ingin dibentuk dalam diri santri agar mampu beradaptasi dengan kehidupan pesantren yang penuh disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan santri, ustadz, serta pihak pengelola pesantren, dan juga dokumentasi kegiatan harian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model SWOT untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelaksanaan pendidikan karakter kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan kemandirian santri dilakukan melalui tahap orientasi awal, pendampingan intensif, pembiasaan ibadah serta rutinitas kehidupan pesantren, evaluasi berkelanjutan, hingga penguatan karakter. Kekuatan utama pesantren adalah adanya program terstruktur, aturan disiplin yang konsisten, serta dukungan ustadz, ustadzah, OPDAL, dan wali kamar. Kendala yang dihadapi meliputi kesulitan adaptasi lingkungan, kerinduan pada keluarga (homesick), keterbatasan pengelolaan waktu, serta padatnya beban akademik. Peluang pengembangan dapat diperoleh melalui sistem mentoring, pelatihan soft skill, dan pemanfaatan teknologi digital, sedangkan ancaman muncul dari senioritas negatif, konflik personal, serta potensi turunnya motivasi belajar.

Item Type: Thesis (Tesis)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.3 Pendidikan > 2X7.34 Pendidikan non formal, masukkan disini pesantren > 2X7.341 Pesantren
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Afra Naghia
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:27
Last Modified: 01 Jul 2026 02:27
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58160

Actions (login required)

View Item
View Item