Amal Reuja Lizar, 180401034 (2025) Peran Guru Sebagai Komunikator Dalam Pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Di Lingkungan Pesantren Inshafuddin. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Amal Reuja Lizar, 180401034, FDK, KPI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (6MB)
Abstract
Penelitian ini menjelaskan tentang di lingkungan Pesantren Inshafuddin pernah terjadi sebuah kasus yang mana pernah terjadi sebuah kasus yang menjadi perhatian serius di lingkungan pesantren, yang melibatkan seorang santri pindahan dari luar daerah. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa santri tersebut sudah mengidap HIV sebelum pindah ke pesantren ini. Pada saat itu, sistem pembelajaran di pesantren masih menggunakan format kelas gabungan antara santri laki-laki dan perempuan. Dalam suasana tersebut, santri yang bersangkutan menjalin hubungan kedekatan dengan lawan jenis, kemudian berkembang menjadi hubungan pacaran, yang tentu saja bertentangan dengan aturan pergaulan di pesantren. Setelah isu ini terungkap, pihak guru segera menindaklanjuti dengan tindakan pembinaan terhadap santri yang bersangkutan serta melakukan evaluasi terhadap sistem kelas yang ada. Untuk itu perlunya peran guru dalam memberikan informasi tentang bahaya dari HIV dan harus mencegah agar mereka tidak terjerumus ke jalan yang sesat dengan cara memberi nasihat, motivasi, materi terkait HIV dan pergaulan bebas dan dampak apa yang terjadi setelah melakukan hal negatif tersebut. Tujuan penelitian dalam penelitian ini mengetahui peran guru sebagai komunikator dalam mencegah HIV di lingkungan Pesantren Inshafuddin dan mengetahui dampak dari peran guru sebagai komunikator dalam mencegah HIV di lingkungan Pesantren Inshafuddin. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru di Pesantren Inshafuddin untuk mencegah siswanya supaya tidak melakukan perilaku seksual yang dapat menyebabkan HIV/AIDS peran utamanya adalah menyampaikan materi terkait HIV secara ilmiah dan sesuai usia, agar santri memahami cara penularan dan pencegahannya. Selain itu, guru juga memberikan konseling kepada santri yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut, terutama terkait masalah pergaulan dan kesehatan. Guru juga memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang benar, agar santri memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengambil keputusan yang bijak dalam menjaga diri dari risiko HIV. Adapun dampaknya adalah santri saat ini umumnya sudah mengetahui dampak dari pergaulan bebas, seks bebas, dan penyimpangan seksual melalui pendidikan dan sosialisasi. Santri sudah paham bahwa perilaku tersebut dapat membawa konsekuensi serius, seperti kehamilan di luar nikah, HIV, serta masalah sosial dan moral. Untuk mencegah santri-santri tidak melakukan pergaulan bebas diadakan kegiatan keagamaan yang pertama yaitu kegiatan membaca Al-Qur’an setiap pagi selama 10 menit, salat Dhuha dan Zuhur bersama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Amal Reuja Lizar |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 04:03 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 04:03 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58175 |
