Perspektif Masyarakat Sabang Terhadap Batasan Aurat dalam Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Fenomena Berpakaian di Destinasi Wisata

Zawil Faizi, 220303027 (2026) Perspektif Masyarakat Sabang Terhadap Batasan Aurat dalam Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Fenomena Berpakaian di Destinasi Wisata. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas tentang aurat, syariat islam, wisata halal] Text (Membahas tentang aurat, syariat islam, wisata halal)
organized (27).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Perbedaan antara aturan batasan aurat dalam Al-Qur’an dengan cara berpakaian yang terlihat di destinasi wisata Kota Sabang menjadi latar belakang penelitian. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan tentang bagaimana perspektif masyarakat terhadap batasan aurat dalam Al-Qur’an di tengah situasi pariwisata, serta bagaimana penjelasan tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat yang membahas batasan aurat dan etika berpakaian dalam Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan melalui penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Data lapangan diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, serta pelaku usaha pariwisata. Data kepustakaan bersumber dari Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan literatur lain yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Sabang sudah memahami batasan aurat sesuai ajaran Islam, tetapi cara berpakaian di kawasan wisata belum sepenuhnya sesuai dengan pemahaman tersebut, sehingga masih terlihat perbedaan antara pemahaman dan praktik di lapangan. Tafsir al-Mishbah menjelaskan bahwa QS. Al-A‘rāf ayat 26 memaknai pakaian sebagai karunia Allah yang berfungsi menutup aurat, memperindah penampilan, dan menjaga kehormatan, dengan penekanan pada ketakwaan sebagai pelindung diri. QS. An-Nūr ayat 31 menekankan pengendalian diri melalui menjaga pandangan, memelihara kehormatan, serta membatasi penampakan perhiasan kecuali pada bagian yang biasa terlihat seperti wajah dan telapak tangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.9 Aspek Fiqih Lainnya > 2X4.95 Pakaian dan Perhiasan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Zawil Faizi
Date Deposited: 01 Jul 2026 03:08
Last Modified: 01 Jul 2026 03:08
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58206

Actions (login required)

View Item
View Item