Kedudukan Wanita Karier Dalam Domestifikasi Qs. Al-Ahzab Ayat 33 Menurut Pandangan Para Mufassir

Aliefa Hiraqi Althursina, 221006012 (2025) Kedudukan Wanita Karier Dalam Domestifikasi Qs. Al-Ahzab Ayat 33 Menurut Pandangan Para Mufassir. Tesis thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Kedudukan Wanita Karier Dalam Domestifikasi Qs. Al-Ahzab Ayat 33 Menurut Pandangan Para Mufassir] Text (Kedudukan Wanita Karier Dalam Domestifikasi Qs. Al-Ahzab Ayat 33 Menurut Pandangan Para Mufassir)
Aliefa Hiraqi Althursina, 221006012 (tesis).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Peran perempuan dalam ranah publik terus meningkat. Namun, kemajuan ini menghadapi tantangan kultural dan teologis, khususnya narasi domestikasi perempuan yang bersumber dari QS. al-Aḥzāb: 33, terutama frasa qarna fī buyūtikunna (“tinggallah di rumah kalian”). Norma ideal yang dirumuskan mufasir klasik menekankan larangan keluar rumah untuk melindungi kehormatan perempuan, dipandang sebagai bentuk sadd al-dzarî‘ah untuk mencegah fitnah sosial. Akan tetapi, pada kenyataanya norma ini berbenturan dengan realitas modern jika diterapkan secara kaku, di mana perempuan karier memainkan peran signifikan di berbagai ruang publik. Maka, tujuan dari penelitian ini, mengkaji makna qarna fī buyūtikunna serta relevansinya terhadap peran perempuan di ranah publik modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan analisis kualitatif. Metode yang diterapkan meliputi studi komparatif terhadap tafsir klasik serta tafsir kontemporer, dengan teknik hermeneutik gender-kritis. Studi ini menekankan pembacaan kontekstual yang menyeimbangkan prinsip maqāṣid al-syariah, keadilan sosial, dan integritas moral perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik menekankan pembatasan mobilitas perempuan sebagai norma protektif dan moral, sementara tafsir kontemporer menekankan fleksibilitas dan kontekstualitas ayat. Dengan pendekatan kontemporer, qarna fī buyūtikunna tidak lagi dipahami sebagai larangan mutlak, melainkan sebagai panduan etis yang mempertimbangkan partisipasi perempuan di ranah publik. Domestikasi perempuan yang bersumber dari tafsir klasik masih relevan dalam masyarakat modern, karena tetap mencerminkan realitas sosial dan risiko empiris seperti subordinasi, pelecehan, dan beban ganda.

Item Type: Thesis (Tesis)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.6 Kandungan Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Aliefa Hiraqi Althursina
Date Deposited: 21 Aug 2026 07:51
Last Modified: 21 Aug 2026 07:51
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59154

Actions (login required)

View Item
View Item