Nadya Putri, 220106135 (2026) Penafsiran Inses Menurut Qanun Hukum Jinayat (Analisis Terhadap Pasal 35 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Skripsi_Nadya Putri.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Inses (incest) adalah hubungan seksual yang terjadi di antara anggota keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan dekat atau pertalian sedarah. Pasal 35 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat mengatur tentang jarimah inses yang dikategorikan kepada zina yang diperberat karena berhubungan dengan ikatan kekeluargaan yang suci. Dalam Bab Ketentuan Umum Qanun Hukum Jinayat dijelaskan, mahram adalah orang yang haram dinikahi selama-lamanya yakni orang tua kandung dan seterusnya ke atas, orang tua tiri, anak dan seterusnya ke bawah, anak tiri dari istri yang telah disetubuhi, saudara (kandung, seayah dan seibu), saudara sesusuan, ayah dan ibu susuan, saudara ayah, saudara ibu, anak saudara, mertua (laki-laki dan perempuan), menantu (laki-laki dan Perempuan). Meskipun telah dijelaskan dalam Bab Ketentuan Umum mengenai mahram, hubungan mahram perlu ditafsirkan lebih luas dalam hal batasan-batasan hubungan mahram yang memerlukan pedoman lebih rinci. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan dan penafsiran inses dalam Pasal 35 Qanun Hukum Jinayat, bagaimana kejelasan unsur-unsur jarimah inses dalam Pasal 35, dan bagaimana implikasi penafsiran terhadap penegakan hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang. Penafsiran Pasal 35 dilakukan dengan menggunakan metode gramatikal, sistematis, historis, dan teleologis. Hasil penelitian mendapati bahwa unsur-unsur jarimah inses yang merupakan bagian dari perbuatan zina yang dikemukakan oleh para ulama yaitu: persetubuhan yang diharamkan dan adanya kesengajaan atau adanya niat melawan hukum. Dari paparan diatas disimpulkan bahwa inses (incest) merupakan hubungan seksual yang dilakukan dalam lingkup keluarga yang masih memiliki pertalian darah dekat baik karena hubungan darah (nasab), hubungan persusuan (radha’ah), dan hubungan yang timbul akibat perkawinan (mushaharah).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat) > 2X4.543 Penyimpangan Seksual |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Nadya Putri |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 09:06 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 09:06 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59328 |
