Muhammad Amirul Mu’minin Bin Imaduddin, 230103014 (2026) Hiwalah (Studi Komparatif Antara Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
SKRIPSI HIWALAH FULL FINAL (REVISI) Mu'minin.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hiwālah dalam hukum Islam melalui studi komparatif antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i. Hiwālah sebagai salah satu bentuk akad pemindahan utang memiliki peranan penting dalam praktik muamalah, khususnya dalam penyelesaian kewajiban finansial antar individu. Perbedaan metode istinbāṭ hukum yang digunakan oleh kedua mazhab berimplikasi pada perbedaan pandangan mengenai rukun, syarat, serta akibat hukum dari akad hiwālah. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada perbandingan konstruksi hukum, dasar argumentasi, serta implikasi yuridis yang ditimbulkan menurut masing-masing mazhab. Adapun rumusan masalah bagi skripsi ini adalah untuk mengkaji apa saja dalil-dalil syar’i yang menjadi dasar hukum Hiwalah dalam fikih muamalah dan bagaimana pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i mengenai rukun, syarat dan akibat hukum dari akad Hiwalah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi memandang hiwālah sebagai akad yang bersifat pemindahan tanggung jawab utang secara sempurna (naql al-dayn) sehingga pihak yang memindahkan utang terbebas sepenuhnya setelah akad terlaksana. Sementara itu, Mazhab Syafi’i cenderung menekankan terpenuhinya syarat-syarat tertentu, termasuk kerelaan para pihak, dan dalam kondisi tertentu masih memungkinkan adanya keterkaitan tanggung jawab pihak asal apabila pihak penerima pengalihan tidak mampu memenuhi kewajibannya. Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi dalam konstruksi hukum yang berakar pada perbedaan metodologi ushul fikih kedua mazhab. Dengan demikian, perbedaan pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i mengenai hiwālah menunjukkan adanya keragaman ijtihad dalam hukum Islam. Meskipun berbeda dalam beberapa aspek, kedua mazhab tetap berorientasi pada tercapainya keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan dalam transaksi muamalah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.8 Fiqih dan Berbagai Firman |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | MUHAMMAD AMIRUL MU'MININ BIN IMADUDDIN |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 09:35 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 09:35 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59341 |
