Neglect Of Child Custody Rights Post Judgment (An Analysis Of The Role Of The Sigli Sharia Court)

Miftahul Jannah, 241010027 (2026) Neglect Of Child Custody Rights Post Judgment (An Analysis Of The Role Of The Sigli Sharia Court). HAKAM: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam, 10 (02): 17. pp. 807-822. ISSN e-ISSN 2580-8052

[thumbnail of Neglect Of Child Custody Rights Post Judgment (An Analysis Of The Role Of The Sigli Sharia Court)] Text (Neglect Of Child Custody Rights Post Judgment (An Analysis Of The Role Of The Sigli Sharia Court))
15204-48474-1-PB.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Putusan cerai seringkali berakhir dengan perebutan hak asuh anak hanya untuk memenangkan ego sesaat dan kemudian luput memberikan hak hadhanah yang layak kepada anak. Penelitian ini mengkaji fenomena pengabaian hak hadhanah (hak asuh anak) yang terjadi setelah adanya putusan hukum tetap dari Mahkamah Syar’iyah Sigli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi dokumen. Data kemudian dianalisis dan disajikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabaian hak hadhanah dipicu oleh faktor ego sektoral orang tua, kurangnya pemahaman terhadap kekuatan eksekutorial putusan, dan hambatan psikologis anak. Peran Mahkamah Syar’iyah Sigli dalam menangani masalah ini mencakup upaya mediasi pasca-putusan dan pelaksanaan eksekusi riil. Dimana pengadilan bersifat pasif dan tidak dapat melakukan pengawasan aktif tanpa permohonan pihak berperkara. Namun, ditemukan bahwa eksekusi hak asuh sering kali menemui jalan buntu karena sifatnya yang personlijk (pribadi) dan sensitif, sehingga memerlukan koordinasi yang lebih kuat dengan lembaga perlindungan anak dan aparat penegak hukum lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fungsi pengawasan dan edukasi hukum bagi masyarakat di Kabupaten Pidie menjadi krusial untuk menjamin kepentingan terbaik bagi anak (the best interests of the child) ditambah dengan kordinasi optimal antara DP3A/P2TP2A, aparat gampong dan lembaga perlindungan anak dalam memastikan pemenuhan hak hadhanah.

Item Type: Article
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.37 Menyusui dan Mengasuh / Memelihara Anak
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Hukum Keluarga
Depositing User: Miftahul Jannah
Date Deposited: 21 Aug 2026 03:54
Last Modified: 21 Aug 2026 03:54
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59388

Actions (login required)

View Item
View Item