Azrun Akbar Ketaren, 200104036 (2026) Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Narkotika Menurut Teori Perlindungan Anak (Studi Putusan Nomor2/Pid.Sus-Anak/2024/PN BNA). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Azrun Akbar Ketaren, 200104036.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (9MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan anak dalam tindak pidana narkotika yang menimbulkan persoalan mengenai penerapan pertanggungjawaban pidana yang tetap memperhatikan prinsip perlindungan anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana pengaturan pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika menurut teori perlindungan anak; Kedua, bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2024/PN BNA; dan Ketiga, bagaimana implikasi yuridis putusan tersebut terhadap perlindungan dan pembinaan anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika, pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2024/PN BNA, serta implikasi yuridisnya terhadap perlindungan dan pembinaan anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif melalui inventarisasi, klasifikasi, serta analisis normatif terhadap bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, pengaturan pertanggungjawaban pidana terhadap anak pelaku tindak pidana narkotika dalam sistem hukum Indonesia tidak hanya berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga menekankan perlindungan, pembinaan, rehabilitasi, dan kepentingan terbaik bagi anak. Kedua, pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2024/PN BNA didasarkan pada terpenuhinya unsur tindak pidana, alat bukti, dan fakta persidangan, namun dari perspektif teori perlindungan anak masih perlu memperkuat aspek rehabilitasi dan pembinaan. Ketiga, implikasi yuridis putusan menunjukkan bahwa perlindungan dan pembinaan anak harus menjadi prioritas dalam proses peradilan pidana anak guna mendukung pemulihan dan reintegrasi sosial anak secara optimal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Azrun Akbar Ketaren |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:55 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 07:55 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59389 |
